LITERASI MEDIA – Turnamen PWI Cup II Tenis Meja Kota Sukabumi mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wilayah Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji.
Turnamen yang digelar di GOR Rengganis, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (6/9), dinilai menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya terlihat dari semakin luasnya peserta yang mengikuti ajang tersebut.
Kusmana yang juga menjabat sebagai Pj Wali Kota Sukabumi periode 2024-2025 itu bahkan turut ambil bagian sebagai peserta. Ia datang dari Bandung untuk memeriahkan turnamen yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi tersebut.
“Alhamdulillah ada keberlanjutan. Saya apresiasi sekali karena pesertanya sekarang bukan hanya dari Sukabumi dan sekitarnya, tetapi juga dari Bandung. Saya sendiri dari Bandung ikut berpartisipasi untuk memeriahkan PWI Cup II ini,” ujar Kusmana.
Menurut dia, antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun kedua tersebut cukup tinggi. Persaingan di sejumlah divisi juga dinilai semakin ketat, terutama pada nomor ganda.
Kusmana mencontohkan pertandingan yang berlangsung dengan skor tipis 3-2. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan kualitas persaingan antarpemain yang semakin kompetitif.
“Saya lihat antusias para pemain luar biasa. Divisi-divisinya juga kelihatannya meningkat. Untuk nomor ganda ada beberapa divisi dan persaingannya cukup ketat. Bahkan beberapa pertandingan berakhir 3-2, artinya sangat rapat,” katanya.
Ia berharap turnamen tersebut dapat terus digelar secara berkelanjutan dan level kompetisinya semakin meningkat. Kekompakan panitia serta keterlibatan insan pers dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan ajang tersebut.
“Ini harus terus dilanjutkan. Tinggal bagaimana teman-teman kepanitiaan tetap kompak. Para wartawan dan jurnalis juga ikut hadir menyaksikan. Saya kira ini harus terus dipromosikan agar ke depan levelnya bisa meningkat,” ujarnya.
Kusmana menilai tenis meja memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena olahraga tersebut tidak membutuhkan fasilitas atau area yang terlalu luas. Selain menjadi sarana olahraga, tenis meja juga dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembinaan atlet.
Ia pun mendorong agar PWI Cup ke depan dapat dikembangkan menjadi turnamen dengan cakupan peserta yang lebih luas, bahkan memiliki daya tarik di tingkat nasional.
“Tenis meja itu olahraga yang menyenangkan. Tidak perlu tempat yang terlalu luas, tetapi bisa membahagiakan banyak orang. Kalau event ini terus dikembangkan, saya kira bisa memiliki nama secara nasional,” tuturnya.
Kusmana juga mengusulkan adanya kategori atau kelas eksekutif dalam penyelenggaraan berikutnya. Menurut dia, penghargaan bagi peserta tidak harus selalu diberikan dalam bentuk uang tunai.
“Ke depan mungkin bisa ada kelas eksekutif dengan sistem pendaftaran yang berbeda. Hadiahnya tidak harus uang, bisa berupa piala atau bentuk penghargaan lainnya,” katanya.
Ia berharap keberadaan PWI Cup dapat turut mendorong regenerasi atlet tenis meja, tidak hanya di Kota Sukabumi tetapi juga di Jawa Barat.
“Harapannya regenerasi tenis meja di Kota Sukabumi dan Jawa Barat pada umumnya bisa terus meningkat,” ucap Kusmana.
Datang dari Bandung karena Hobi
Kusmana mengaku kehadirannya di PWI Cup II bukan semata-mata karena undangan. Tenis meja merupakan salah satu olahraga yang menjadi hobinya.
Ia mengatakan tidak ingin melewatkan kesempatan untuk kembali bermain, terlebih kegiatan tersebut digelar oleh PWI Kota Sukabumi yang selama ini turut menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Saya tidak bisa menolak kalau ada undangan, apalagi terkait hobi. Tenis meja salah satu kesenangan saya. Saat menjabat juga saya sering latihan rutin di sini. Jadi ketika ada undangan, apalagi dari PWI yang terus berkolaborasi dengan kita, insyaallah saya akan hadir,” katanya.
Saat ditanya mengenai kedekatannya dengan Kota Sukabumi, Kusmana menyebut kota tersebut memiliki daya tarik tersendiri.
“Intinya Kota Sukabumi itu bikin ngangenin. Kota kecil sejuta cerita. Tantangannya memang cukup berat, tetapi insyaallah orang-orangnya someah,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









