Mahasiswa Pertanyakan Siapa yang Memonopoli MBG di Kota Sukabumi

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjawab persoalan gizi dan ketimpangan sosial, terutama di kalangan anak-anak usia sekolah.

Namun sangat disayangkan, di Kota Sukabumi, program yang seharusnya menjadi bukti keberpihakan negara terhadap rakyat, justru menjadi ajang pertunjukan siapa yang paling dekat dengan kekuasaan.

Bendahara PC PMII Kota Sukabumi, Moch Rudianyah, mengungkapkan bahwa hari ini publik Kota Sukabumi ramai memperbincangkan dugaan kuat bahwa pelaksanaan program MBG tidak dijalankan secara terbuka dan akuntabel.

Menurutnya, kuat dugaan bahwa alokasi dan pelaksanaan program MBG ini didominasi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kedekatan struktural maupun genealogis dengan Pemerintah Kota dan DPRD.

“Sederhananya yang berkuasa yang berperan, yang dekat yang dapat. Apakah ini kebetulan? Atau sudah menjadi pola yang terus dipelihara dari waktu ke waktu?,” tegas Rudiansyah, Sabtu (4/10).

Baca Juga :  Usai Ngoet Fest x SantaSea Tuai Polemik, Ini Respons Disporapar Kota Sukabumi

Pihaknya tentu tidak anti terhadap keberhasilan program sosial. Namun ketika pelibatan pelaku UMKM lokal, koperasi rakyat, dan masyarakat sipil hanya menjadi formalitas belaka.

“Maka patut dipertanyakan bersama, untuk siapa sebenarnya program ini dijalankan? Rakyat, atau keluarga para pemangku kebijakan?,” katanya.

Ia menyampaikan, tidak perlu menjadi ahli ekonomi untuk membaca arah distribusi keuntungan dari program ini. Apalagi ketika sebagian besar pelaksana kegiatan berasal dari kelompok atau badan usaha yang entah kebetulan atau tidak punya relasi dekat dengan elite pemerintahan dan legislatif lokal.

Menurutnya, hal ini bukan sekadar persoalan teknis, dan ini adalah persoalan etika publik. Jika program sosial mulai dikuasai oleh segelintir orang dengan pengaruh politik, maka itu adalah bentuk baru dari ketimpangan struktural.

“Rakyat kecil akan terus berada di barisan antre, sementara yang punya akses sibuk membagi kue di ruang tertutup,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Target Operasi Antik Lodaya Ditangkap di Sukabumi, Polisi Sita 27,51 Gram Sabu

Pihaknya memandang praktik seperti ini berbahaya bagi masa depan tata kelola pemerintahan yang sehat. Hal ini juga menciptakan preseden buruk bahwa akses terhadap sumber daya publik hanya tersedia bagi mereka yang dekat dengan pusat kekuasaan.

“Dan jika itu terjadi terus-menerus, maka kita sedang membangun sistem yang tidak adil sejak dalam pikiran,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya menyerukan kepada Pemerintah Kota dan DPRD Kota Sukabumi agar tidak menutup mata dan telinga. Bukalah ruang transparansi dan buka data pelaksana. Pihaknya meminta untuk dijelaskan proses penunjukannya dan libatkan rakyat secara nyata, bukan hanya sebagai penonton statistik.

“Sebab bila tidak, jangan salahkan bila kepercayaan publik perlahan menghilang. Dan saat kepercayaan itu habis, maka tidak ada lagi legitimasi yang bisa dibanggakan, bahkan oleh mereka yang kini duduk di kursi empuk kekuasaan,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru