Layanan Kemoterapi Kini Bisa Diakses BPJS di Sukabumi

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, meninjau langsung layanan kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah R. Syamsudin, S.H. atau RSUD Bunut, pada Kamis (9/1). Kunjungan itu menandai dimulainya layanan kemoterapi yang kini resmi dapat diakses masyarakat melalui skema pembiayaan BPJS Kesehatan.

Bagi Ayep, kehadiran layanan ini menjawab persoalan lama yang selama ini dihadapi pasien kanker di Sukabumi. Selama bertahun-tahun, mereka harus dirujuk ke luar daerah untuk menjalani kemoterapi dengan biaya, waktu, dan beban psikologis yang tidak kecil.

“Ini langkah penting agar masyarakat Sukabumi tidak lagi harus berobat jauh hanya untuk mendapatkan layanan kanker yang berkelanjutan dan terjangkau,” kata Ayep di sela peninjauan.

Layanan tersebut tidak hadir secara instan. Ayep mengakui, prosesnya melalui jalan panjang. Pada November tahun lalu, Pemerintah Kota Sukabumi melakukan audiensi langsung dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, dr. Ghufron Mukti.

Baca Juga :  Klarifikasi Anak Almarhum Yunus Suhandi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi

Dalam pertemuan itu, Pemkot Sukabumi secara khusus mendorong agar layanan kemoterapi dapat ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan dan bisa dilaksanakan di RSUD Bunut.

Sejak pertemuan tersebut, pemerintah daerah terus melakukan pemenuhan persyaratan, mulai dari kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, hingga sistem layanan. Upaya itu akhirnya berbuah hasil. Pada Desember 2025, persetujuan resmi diterbitkan. Terhitung mulai Januari 2026, RSUD R. Syamsudin, S.H. secara resmi ditetapkan sebagai penyelenggara pelayanan kemoterapi dengan pembiayaan BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah, hari ini layanan itu sudah bisa dimanfaatkan oleh warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar,” ujar Ayep.

Baca Juga :  Jelang Aksi Demo, Sejumlah Toko di Kota Sukabumi Tutup

Ia menegaskan, kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang tidak boleh berhenti pada tataran regulasi. Negara, menurut Ayep, harus memastikan layanan kesehatan benar-benar hadir dan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.

Pemkot Sukabumi, kata dia, akan terus memperkuat fasilitas, tenaga medis, serta sistem pelayanan di RSUD Bunut.

Dengan beroperasinya layanan kemoterapi ini, Sukabumi menambah satu simpul penting dalam upaya pemerataan layanan kesehatan, khususnya untuk penyakit katastropik yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan berbiaya tinggi.

“Insyaallah, RSUD kita akan terus dikembangkan agar menjadi rumah sakit rujukan yang semakin lengkap, profesional, dan tetap humanis,” pungkasnya.

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru