LITERASI MEDIA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, angkat bicara terkait Lembaga Satuan Pelajar Mahasiswa Diaga (LSPMD) Kabupaten Sukabumi yang tak jadi melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPUTR, pada Kamis (7/8).
Menurut Sony, aksi unjuk rasa kali ini tuntutannya terkait dengan pengalihan fungsi kolam retensi yang ditanami ikan oleh masyarakat. Namun demikian, pihaknya menyampaikan juga akan menerima apa yang menjadi aspirasi daripada LSPMD Kabupaten Sukabumi yang akan melakukan aksi unjuk rasa.
“Ya saya kira kita saling menghargai dan menghormati apapun itu ya, mau itu menyampaikan aspirasi silakan, kemudian juga tidak jadi menyampaikan aspirasi silakan. Ini adalah bentuk demokrasi ya siapapun juga berhak untuk melakukan hal-hal seperti ini, tapi yang jelas bahwa kami sangat ingin sekali melakukan dialog, kita diskusi ya, sehingga ini tidak menjadi hal yang menggantung dan menjadikan suatu hal yang memang mempunyai dampak negatif,” ujar Sony, kepada awak media.
Dengan dilaksanakannya dialog, kata Sony, hal ini merupakan langkah agar bagaimana pihaknya bisa menerima apapun itu dari masyarakat, baik itu saran maupun kritik, namun dengan catatan saran dan kritik yang diberikan itu sebaiknya memang yang objektif dan konstruktif.
“Saya kira juga ini adalah langkah kami bagaimana kami juga bisa lantas kemudian untuk bisa menerima apapun itu dari masyarakat, saran kritik apapun itu, tapi catatannya itu tadi ya, saya kira kami tidak alergi terhadap apapun itu saran kritik, tetapi sebaiknya memang yang objektif dan konstruktif gitu ya,” pungkasnya. (Boy)
Penulis : Nuria Ariawan









