LITERASI MEDIA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Sukabumi menyatakan sikap tegak lurus dan solid mendukung Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI P untuk periode 2025–2030.
Hal itu disampaikan Ketua DPC PDI P Kota Sukabumi, Iwan Adhar Ridwan, dalam
konsolidasi internal yang digelar di Sekretariat DPC PDI P Sukabumi, Jalan Zamrud Raya, Kecamatan Baros, yang menjadi panggung penegasan loyalitas kader partai berlambang banteng tersebut.
Ketua DPC PDI P Kota Sukabumi, Iwan Adhar Ridwan atau yang akrab disapa Abah Uwo, menegaskan seluruh struktur partai dari tingkat DPC, PAC, ranting, hingga sayap partai tetap solid dan satu komando.
Ia menyebut, kader PDI P tidak akan terpengaruh oleh upaya pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas internal partai.
“Kita tegak lurus mendukung Ibu Megawati Soekarnoputri kembali menjadi ketua umum PDI Perjuangan periode 2025-2030. Tidak ada keraguan di Sukabumi, semua struktur lengkap dan solid,” ujar Abah Uwo, Sabtu (10/5).
Lebih lanjut, Abah Uwo mengajak seluruh kader untuk menjaga kekompakan menjelang Kongres PDI P mendatang. Ia juga mewanti-wanti adanya pihak luar yang berusaha memecah belah partai.
“Partai ini sudah mulai diobok-obok oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kunci kita cuma satu: solid,” tegasnya.
Kegiatan konsolidasi ini juga dihadiri Ketua DPP PDI P, Ribka Tjiptaning Proletariyati, Ketua DPD PDI P Jawa Barat, Ono Surono, anggota DPRD Kota, Kabupaten Sukabumi hingga DPRD Provinsi Jabar.
Dalam sambutannya, Ono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum PDI P, Megawati Soekarnoputri, yang meminta kader menjaga soliditas partai dan hadir di tengah rakyat.
“Situasi bangsa tidak sedang baik-baik saja. Ada PHK massal, lonjakan harga kebutuhan pokok. Maka kader PDI P harus aktif di tengah masyarakat dan tetap setia pada garis partai,” terang Ono.
Tak hanya di Kota Sukabumi, Ono menegaskan bahwa seluruh kader PDI P di Jawa Barat siap mengamankan dan menyukseskan kepemimpinan Megawati di periode mendatang.
“Kami tegak lurus, dan seperti yang disampaikan Mbak Ning, nyawa jadi taruhannya kalau ada yang coba ganggu PDI P,” tutupnya. (Kio).









