Ngopi di Kebon Awi, Lokasi Wisata Baru di Jantung Kota Sukabumi

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Live musik Ngopi di Kebon Awi di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Live musik Ngopi di Kebon Awi di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

LITERASI MEDIA – Di balik rimbunnya pepohonan dan sejuknya hembusan angin di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, sebuah tempat baru muncul dengan misi sederhana namun mengena, membawa kembali kenangan masa kecil, kampung halaman, dan hangatnya obrolan di antara gelas kopi. Namanya, Ngopi di Kebon Awi.

Kafe ini bukan sekadar tempat menikmati secangkir kopi. Di atas lahan seluas 3.200 meter persegi, Ngopi di Kebon Awi berdiri sebagai oase budaya di tengah hiruk pikuk modernisasi.

Bukan desain minimalis ala industrial yang menyambut, tapi rumah panggung dari kayu, aroma tanah basah, pohon bambu yang mendesir, dan suara serangga senja yang seolah berkata, “Selamat datang kembali ke akar.”

Dari Kebon, Kembali ke Kebon

“Kami memang lahir di tanah ini, di kebon ini,” ujar Indra Saputra, sang pemilik kafe, saat ditemui di sela acara soft opening, Sabtu (27/7). “Makanya, gak neko-neko. Kami hanya ingin menghadirkan kembali suasana yang pernah akrab bagi kita semua suasana kampung yang asli,” ucap

Baca Juga :  DPRD Ingatkan Perusahaan di Sukabumi Wajib Lengkapi NIB, PBG, dan Dokumen Lingkungan

Soft opening kafe ini digelar meriah namun tetap akrab. Pengunjung disuguhi penampilan musisi seperti Aska Roket Roker dan sejumlah band lokal yang mengalunkan lagu-lagu nostalgia di tengah suasana kebun alami. Musik, alam, dan nostalgia berpadu menjadi satu malam yang sulit dilupakan.

Menu Rasa Rumah, Bukan Rasa Kota

Ngopi di Kebon Awi tidak hanya menyentuh kenangan lewat suasana, tapi juga lewat rasa. Menu andalan seperti nasi liwet, ayam kampung goreng, dan kopi lemon menjadi sajian utama. Namun yang membuat kopi lemon di sini istimewa bukan cuma rasanya, tapi prosesnya.

“Lemon untuk kopinya bisa dipetik langsung oleh pengunjung dari lebih dari 100 pohon lemon yang kami tanam sendiri,” kata Indra sambil tersenyum. “Dan yang lebih seru, bisa diseduh sendiri, jadi ada pengalaman personal yang dibawa pulang.”

Ngopi Sambil Siduru: Budaya yang Dihidupkan Kembali

Bukan cuma tempat makan, Ngopi di Kebon Awi juga ingin menjadi ruang budaya. Di sinilah, pengunjung bisa mencoba pengalaman unik, ngopi sambil siduru, yakni menghangatkan badan di depan api unggun, tradisi yang kini mulai pudar dari kehidupan kota.

Baca Juga :  Sah, Nurul Jaman Hadi Resmi Nahkodai PERBASI Kota Sukabumi 2025-2029

“Banyak anak muda hari ini gak tahu apa itu siduru. Padahal itu bagian dari kita. Kami ingin menghidupkan kembali tradisi-tradisi seperti itu,” lanjut Indra.

Setiap malam, pertunjukan seni dan budaya ikut menyempurnakan atmosfer kafe ini. Ada musik biola, saksofon, tarian tradisional, hingga teatrikal budaya yang ditampilkan bergantian. Bukan untuk sekadar hiburan, tapi sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan seni lokal.

Lebih dari Sekadar Kafe

Dibuka dari pukul 10 pagi hingga 10 malam, Ngopi di Kebon tidak hanya menawarkan makanan dan minuman, tapi juga ruang untuk mengenang, berinteraksi, dan kembali merasa “pulang”. Bagi siapa pun yang rindu dengan suasana kampung atau sekadar ingin merasakan ngopi dalam suasana yang tidak dibuat-buat, tempat ini layak menjadi tujuan.

Karena di Ngopi di Kebon, setiap tegukan bukan hanya kopi, tetapi kenangan yang diseduh dalam cangkir sederhana, dan disajikan dengan hangat oleh alam dan budaya. (***)

Penulis : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru