Penyakit Cacingan tak Sebabkan Kematian, Ini Kata Menkes Budi!

- Penulis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA- Viralnya kasus balita yang meninggal dengan tubuh penuh cacing sehingga menimbulkan banyak pro dan kontra terkait cacingan menyebabkan kematian.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menegaskan kematian itu bukan disebabkan cacingan, karena penyakit cacing dipastikan tak menyebabkan kematian. Budi menyebut kasus kematian itu diduga kuat disebabkan karena infeksi.

“Cacingan tidak menyebabkan kematian. Jadi, yang kemarin kematiannya itu bukan karena cacingan. Kematiannya karena infeksi,” ungkap Budi dalam konferensi pers wondr ITB Ultra Marathon 2025 di Grha BNI, Jakarta Pusat, mengutip CNN Indonesia, Minggu (24/8).

Budi menjelaskan, temuan Kemenkes terbaru mendapati dugaan terkuat penyebab kematian Raya adalah akibat tuberkulosis (TBC), alih-alih meningitis seperti yang terungkap sebelumnya.

Ia mengatakan dugaan TBC itu menjadi kuat setelah mendapat keterangan terbaru bahwa mendiang Raya sempat batuk berdahak selama tiga bulan.

Baca Juga :  Iman Adinugraha Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis

“Infeksinya diduga bisa tuberkulosis atau meningitis. Tapi dugaannya lebih ke arah tuberkulosis karena yang bersangkutan sudah batuk berdahak tiga bulan, tidak meningitis,” ujar Budi.

Budi sebelumnya mengaku sedih dan berduka cita atas hal yang menimpa Raya. Ia menyatakan dengan kasus Raya ini, ternyata banyak rakyat masih memerlukan layanan kesehatan yang baik.

Ia pun mengklaim jika perbedaan pelayanan di kota besar dan di daerah terpencil masih sangat jauh. Hal itu merupakan peringatan bagi seluruh pihak terkait, terutama pada bidang kesehatan, agar melakukan perbaikan khususnya pada pelayanan kesehatan masyarakat.

“Perbedaan antara kualitas layanan kesehatan di kota-kota besar dan di daerah-daerah terpencil itu masih sangat jauh,” katanya.

Baca Juga :  Krisis Sampah di TPA Cikundul, Dampak Lingkungan dan Kesehatan Jadi Sorotan

“Contoh kasus ini menjadi, kayak alarm buat kita untuk memastikan bahwa enggak usah jauh-jauh lah. Yang di Jawa Barat aja, dekat tadi saya ngomong sama Pak Dedi (Gubernur Jabar Dedi Mulyadi), yuk kita beresin,” kata Budi.

“Yang pertama kita mau beresin apa? Di daerah-daerah seperti tersebut kita mau pastikan dari sisi kesehatan seluruh dinas kesehatan turun sampai ke Puskesmas.
Bisa melihat kalau ada gejala-gejala cacingan satu orang anak saja itu artinya kan enggak bersih, itu segera dikasih obat cacing,” tambahnya.

Seorang balita bernama Raya meninggal dunia dengan kondisi tubuhnya dipenuhi cacing.

Selama masa observasi, dokter menemukan cacing keluar dari hidung Raya. Lebih dari satu kilogram cacing hidup berhasil dikeluarkan dari tubuhnya sebelum ia meninggal dunia. (Syifa)

Berita Terkait

Pelatihan AI Lanjutan Jadi Langkah RSUD R. Syamsudin SH Tingkatkan Kualitas Layanan
RSUD R. Syamsudin SH Perkuat Sinergi dengan FKTP, Dorong Sistem Rujukan Kesehatan yang Efektif
Dinkes Jabar dan Kota Sukabumi Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat Libatkan UMKM
Kasus TBC Meningkat di Kota Sukabumi, Dinkes Soroti Banyak Pasien Putus Berobat
Program SEHATI, Inovasi RSUD R Syamsudin SH Dampingi Ibu Hamil Hadapi Persalinan
Iman Adinugraha Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan, RS Bunut Gelar Temu Pelanggan dan Evaluasi Mitra FKTP
Kejar Target Imunisasi, Dinkes Kota Sukabumi Luncurkan Program Gempita
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pelatihan AI Lanjutan Jadi Langkah RSUD R. Syamsudin SH Tingkatkan Kualitas Layanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:02 WIB

RSUD R. Syamsudin SH Perkuat Sinergi dengan FKTP, Dorong Sistem Rujukan Kesehatan yang Efektif

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:37 WIB

Dinkes Jabar dan Kota Sukabumi Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat Libatkan UMKM

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:17 WIB

Kasus TBC Meningkat di Kota Sukabumi, Dinkes Soroti Banyak Pasien Putus Berobat

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:18 WIB

Program SEHATI, Inovasi RSUD R Syamsudin SH Dampingi Ibu Hamil Hadapi Persalinan

Berita Terbaru