LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, angkat bicara terkait salah satu tuntutan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang kini menuai polemik, antara lain adanya satu orang yang merangkap tiga jabatan struktural hingga Tim Percepatan Pembangunan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ayep Zaki, menegaskan bahwa tidak ada rangkap tiga jabatan struktural bahkan tim percepatan pembangunan. Namun yang saat ini ada yaitu Tim Komunikasi dengan melibatkan SKPD, guna mempercepat pembangunan Kota Sukabumi. Pasalnya, melalui SKPD ini, tim tersebut tidak memberikan apa-apa, melainkan hanya sebuah komunikasi saja.
Baca juga: Geruduk Balai Kota Sukabumi, GMNI Soroti 100 Hari Kinerja Ayep-Bobby
“Jadi gini ya, tidak ada Tim Percepatan Pembangunan, yang ada adalah Tim Komunikasi, karena Wali Kota dan Wakilnya banyak sekali tamu. Investor dan lain sebagainya. Jadi ini perlu, karena tidak mungkin saya layani sendiri. Maka sekarang ada Tim Komunikasi Wali Kota dan Wakil, dan itu sesuai aturan,” ujar Ayep Zaki, saat diwawancarai literasimedia.com, pada Sabtu (7/6) kemarin.
Selanjutnya, kata dia, Tim Komunikasi itu sendiri adalah seluruh SKPD yang terkait, termasuk Kepala Dinas yang pihaknya panggil hampir hampir setiap hari untuk mengikuti pertemuan dengan tujuan untuk percepatan pembangunan, termasuk percepatan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sekarang kan soal percepatan PAD tidak semua orang punya kemampuan menaikkan PAD. Kan bukan mungut batu pinggir jalan. Artinya perlu experimen, experience yang cukup panjang. Guna mewujudkan hal tersebut, maka pihaknya membentuk Tim Komunikasi.
“Dan Alhamdulillah, bulan Mei ini kita pecah rekor di Kota Sukabumi. PAD tertinggi sepanjang sejarah kota. Ya nanti akan dirilis. Kita lihat nanti sampai dengan Desember berapa persen kenaikannya dan bandingkan dengan 2024. Yang penting, karena uang itu untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan Wali Kota, tapi masyarakat,” pungkasnya. (***)
Editor : Nuria Ariawan









