LITERASI MEDIA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat (Jabar) secara resmi mengumumkan susunan Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) untuk 27 kabupaten/kota di Jabar periode 2025-2030.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jabar, Iwan Suryawan, pada Kamis (14/8) kemarin.
Penetapan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam menggerakkan mesin partai secara lebih terstruktur dan solid, khususnya dalam menghadapi agenda politik lima tahun ke depan.
Iwan Suryawan, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jabar, menyebut masing-masing DPTD mencakup 8 unsur penting kepengurusan, mulai dari jajaran eksekutif hingga pengawasan etik internal, diantaranya Pimpinan Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) diketuai oleh H. Abdul Fatah, dengan sekretaris H. Wawan Juanda.
Selanjutnya, pimpinan Dewan Etik Daerah (DED), diketuai oleh Beni Gondana, dengan sekretaris Achmad Syaeful Kohar. Lalu Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ketua Umum Danny Ramdhani, Sekretaris Abdul Kohar, Bendahara Iwan Sutiawan, dan Ketua Bidang Kaderisasi M.Isa Anshori.
Pemilihan dan penetapan DPTD PKS di seluruh Indonesia telah berlangsung secara demokratis, partisipatif, transparan, dan akuntabel. Hal ini menjadi cermin komitmen PKS dalam menjalankan Good Party Governance, yakni tata kelola organisasi partai yang baik.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Sukabumi, Danny Ramdhani yang baru menyampaikan bahwa regenerasi kepemimpinan adalah agenda penting dan utama di internal PKS.
“PKS memegang teguh tradisi regenerasi. Pergantian kepemimpinan dari masa ke masa terus berjalan, sebagai wujud hidupnya organisasi, sehatnya kaderisasi, dan berjalannya proses demokrasi,” ujar Danny, pada Jumat (15/8).
Danny menegaskan, PKS akan terus melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas kader agar visi besar PKS dapat terwujud secara optimal.
“Demikian press rilis ini kami sampaikan sebagai bentuk transparansi dan informasi kepada publik serta media massa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung PKS dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berkeadaban,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









