LITERASI MEDIA – Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, menghadiri penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di MTs Muhammadiyah 1 Kota Sukabumi, Sabtu (19/7). Kegiatan tersebut digelar di ruang sekolah yang berlokasi di Jalan Pelabuan II Nomor 185, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang.
Dalam sambutannya, Rojab mengapresiasi langkah sekolah yang melibatkan unsur legislatif dalam kegiatan pendidikan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta harus terus diperkuat.
“Ini bagus, sekolah swasta punya inisiatif untuk mengundang dari unsur pemerintahan dalam kegiatan MPLS. Tapi sangat disayangkan, distribusi siswa ke sekolah swasta selama ini masih minim dan tidak merata,” ujarnya.
Rojab menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan antara sekolah negeri dan swasta. Ia menilai masih ada ketimpangan dalam penyaluran peserta didik yang seharusnya bisa disetarakan.
“Perbedaan antara sekolah negeri dan swasta bukan dikotomi. Semuanya sama-sama mencetak generasi bangsa. Pemerintah harus hadir dalam menjamin kesetaraan itu,” tegasnya.
Selain itu, Rojab juga menyoroti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kewajiban pemerintah menyediakan pendidikan gratis bagi jenjang SD hingga SMP. Ia meminta pemerintah daerah segera merumuskan anggaran konkret untuk mendukung kebijakan tersebut.
“Keputusan MK itu sifatnya mengikat. Jadi Pemkot Sukabumi harus mulai memikirkan anggaran untuk sekolah gratis di tahun 2026. Jangan hanya memenuhi 20 persen anggaran pendidikan secara formalitas, tapi harus benar-benar menyentuh kebutuhan sekolah,” tandasnya.
MTs Muhammadiyah 1 Kota Sukabumi sendiri telah berdiri sejak 1978 dan masih eksis hingga kini dalam mendidik siswa-siswi di tingkat menengah pertama. Penutupan MPLS tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya proses pembelajaran tahun ajaran baru bagi para peserta didik baru. (Kio).









