LITERASI MEDIA – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Presiden RI Prabowo Subianto yang menghentikan aktivitas pertambangan di wilayah Raja Ampat, Papua Barat, pada Selasa (10/6).
Menurut Yudha, kebijakan ini merupakan langkah strategis dan visioner dalam menjaga kelestarian lingkungan serta kekayaan hayati di kawasan yang dikenal sebagai salah satu ekosistem laut paling kaya di dunia.
“Langkah yang diambil Presiden Prabowo mencerminkan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Ini bukti nyata komitmen dalam menjaga alam Indonesia,” ujar Yudha pada Rabu (11/6).
Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan legislatif daerah dan Ketua DPC Partai Gerindra, Yudha menyatakan kebanggaannya serta dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ia menyebut keputusan ini sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Sukabumi yang turut menjunjung tinggi pentingnya perlindungan lingkungan.
“Kami di Sukabumi juga memiliki komitmen kuat terhadap isu-isu lingkungan. Apa yang dilakukan Presiden Prabowo di Raja Ampat patut menjadi contoh bagi daerah-daerah lain. Ini menunjukkan bahwa pembangunan bisa dilakukan tanpa mengorbankan kelestarian alam,” lanjutnya.
Yudha menegaskan pentingnya kawasan Raja Ampat, yang bukan hanya berarti besar bagi Papua Barat, tetapi juga dunia secara global. Dengan kekayaan hayati laut yang luar biasa dan ekosistem terumbu karang yang unik, daerah ini merupakan pusat konservasi dan tujuan wisata yang sangat bernilai.
“Penghentian aktivitas tambang di sana bukan hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga menjaga identitas budaya lokal, mendukung kehidupan masyarakat setempat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi ramah lingkungan melalui ekowisata,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keputusan ini seharusnya menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi dilema serupa. Menurutnya, eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali hanya akan memberi beban pada generasi yang akan datang.
“Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa. Sudah saatnya kita mengambil langkah berani untuk melindunginya. Saya berharap langkah serupa bisa diterapkan di wilayah lain yang memiliki keanekaragaman hayati serupa. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai bangsa dalam menjaga warisan alam bagi generasi penerus,” tutup Yudha.
Sebagai informasi, Raja Ampat merupakan rumah bagi ribuan spesies laut, mulai dari ikan, terumbu karang, hingga mamalia laut langka.
Keputusan untuk menghentikan tambang di wilayah ini menjadi sinyal tegas bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo serius dalam menghadapi krisis iklim dan isu lingkungan global. (Kio).









