Tarif Baru RSUD R. Syamsudin Hanya Berlaku untuk Pasien Umum, Pasien BPJS Tidak Terkena

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Dirut RSUD R. Syamsudin, S.H., Yanyan Rusyandi, menegaskan bahwa penyesuaian tarif layanan sebesar Rp65 ribu tidak berlaku bagi pasien BPJS, melainkan hanya untuk pasien umum atau non-BPJS.

Penegasan ini disampaikan Yanyan menanggapi pemberitaan sejumlah media mengenai penerapan tarif baru di RSUD yang mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

“Kami luruskan, tarif baru hanya berlaku bagi pasien umum. Pasien BPJS yang datang dengan rujukan dari Puskesmas tidak dikenakan tarif tersebut,” ujar Yanyan, dikutip dari radarjabar.com, pada Selasa (21/10/2025).

Yanyan menjelaskan, pemberlakuan Perda tersebut mulai efektif pada pertengahan April 2025, setelah melalui tahap sosialisasi dan pembaruan sistem layanan di internal rumah sakit.

“Kami tidak langsung menerapkan setelah Perda disahkan. Ada proses sosialisasi, pembaruan data, dan penyesuaian sistem tarif agar berjalan tertib,” terangnya.

Perubahan ini, lanjut Yanyan, merupakan penyesuaian dari Peraturan Wali Kota Nomor 17 Tahun 2016 yang kini dimutakhirkan melalui Perda PDRD Nomor 2 Tahun 2025.

Baca Juga :  Cek Disini! Iuran Terbaru BPJS Kesehatan Mulai 9 Agustus 2025

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD, dr. Asep Saepulah, menambahkan bahwa tarif Rp65 ribu diberlakukan khusus bagi pasien yang datang langsung ke poli tanpa rujukan resmi dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Kalau pasien BPJS datang dengan rujukan, tidak dikenakan biaya. Tapi kalau datang tanpa rujukan, maka dikategorikan sebagai pasien umum,” ujarnya.

Menurut Asep, angka Rp65 ribu tersebut dihitung berdasarkan biaya satuan layanan (unit cost) yang mencakup biaya operasional, pemeliharaan, dan investasi rumah sakit.

“Tarif ini hasil perhitungan realistis dan masih dalam jangkauan kemampuan masyarakat,” tambahnya.

Penyesuaian tarif juga merujuk pada Permendagri Nomor 79 Tahun 2018, yang menekankan keseimbangan antara keberlanjutan layanan dan daya beli masyarakat.

Sebagai pembanding, RSUD R. Syamsudin telah melakukan kajian terhadap tarif di beberapa rumah sakit daerah lain di Jawa Barat.

Baca Juga :  Kabar Baik! Tunggakan BPJS Bakal Dihapus, Cek Syarat dan Kriterianya

“Dengan tarif Rp65 ribu, kita masih jauh di bawah RSUD Karawang, Bekasi, dan Subang yang menetapkan tarif antara Rp95 ribu hingga Rp100 ribu,” ujar Asep.

Kepala Bagian Keuangan RSUD, Jhoni Rismawan, menambahkan bahwa penetapan tarif juga mengacu pada standar regional yang ditetapkan Pemprov Jawa Barat, sehingga tidak dapat melampaui batas maksimum yang diizinkan.

Yanyan memastikan, pihak rumah sakit telah melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial resmi RSUD (Instagram, YouTube) hingga banner informasi di area layanan.

“Kami juga menginformasikan langsung kepada pasien tetap melalui WhatsApp Center. Hingga kini, tidak ada keluhan masyarakat soal tarif baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, RSUD tetap memberikan akses layanan bagi warga yang belum memiliki BPJS.

“Jika ada masyarakat yang kesulitan membayar, kami bantu lewat sumber pembiayaan lain. Bahkan ada pasien yang biayanya kami tanggung,” tutup Yanyan. (Kio).

Berita Terkait

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
Ayep Zaki Tinjau Proyek Jalan Prana, Tekankan Kualitas Infrastruktur dan Ancam Blacklist Kontraktor Nakal
Iyus Yusuf: Digitalisasi Pemerintah Harus Permudah Layanan, Bukan Sekadar Tambah Aplikasi
Bidik Investor Nasional, Kota Sukabumi Matangkan Strategi Menuju WJIC 2026
Pelatihan AI Lanjutan Jadi Langkah RSUD R. Syamsudin SH Tingkatkan Kualitas Layanan
RSUD R. Syamsudin SH Perkuat Sinergi dengan FKTP, Dorong Sistem Rujukan Kesehatan yang Efektif
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:10 WIB

Ayep Zaki Tinjau Proyek Jalan Prana, Tekankan Kualitas Infrastruktur dan Ancam Blacklist Kontraktor Nakal

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:20 WIB

Iyus Yusuf: Digitalisasi Pemerintah Harus Permudah Layanan, Bukan Sekadar Tambah Aplikasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:00 WIB

Bidik Investor Nasional, Kota Sukabumi Matangkan Strategi Menuju WJIC 2026

Berita Terbaru