LITERASI MEDIA – Laju pertumbuhan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Sukabumi menunjukkan tren yang positif. Pada triwulan I, total nilai investasi PMDN yang masuk sebesar Rp585.643.895.111, dari target yang telah ditetapkan di 2026 sebesar Rp1.265.757.676.669.
Berdasarkan data yang diperoleh, laju pertumbuhan investasi PMDN di Kota Sukabumi itu dari sektor
Industri produk makanan 11,4 persen, pedagang eceran berbagai macam barang yang terutama makanan, minuman atau tembakau bukan di minimarket/supermarket/hypermarket (tradisional) 10,9 persen, dan pedagang eceran makanan lainnya 4,9 persen.
“Alhamdulillah, laju pertumbuhan investasi PMDN pada triwulan I di tahun ini itu cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi di 2025 itu 23,75 persen, sedangkan di 2026 itu sudah 46,27 persen,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, Andri Firmansyah, pada Jumat (10/4).
Secara umum, kata Andri, investasi merupakan kegiatan penanaman modal dalam bentuk aset tertentu, dengan tujuan agar nilai aset tersebut meningkat dari waktu ke waktu.
“Nah maka dari itu, kami terus berupaya mempromosikan berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki Kota Sukabumi sebagai daerah tujuan investasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu strategi yang dilakukan yaitu dengan memberikan kemudahan pelayanan serta mengikuti arahan dan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Kami juga meyakinkan investor bahwa Indonesia, termasuk Kota Sukabumi di dalamnya, merupakan destinasi investasi yang menarik. Kami melakukan pendampingan dalam proses perizinannya,” jelasnya.
Andri menyampaikan, sistem pelayanan perizinan dan penanaman modal saat ini telah didukung oleh aplikasi Online Single Submission (OSS). Aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan serta mempermudah pelaku usaha dalam mengurus perizinan.
“Aplikasi OSS ini terintegrasi secara nasional, dapat diakses kapan saja dan dari mana saja. Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar dan para pelaku usaha merasa sangat terbantu,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









