Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Minta Dibahas Ulang

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul. Foto: Istimewa

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul. Foto: Istimewa

LITERASI MEDIA – Pernyataan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, terkait rencana penundaan pembangunan jembatan Cibeureum menuai sorotan dari DPRD Kota Sukabumi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam podcast Ayeuna Waktuna Ngabahas Program di kanal YouTube Menata Kebaikan Tech, Senin (12/4) lalu.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul, menilai pernyataan itu terkesan terburu-buru karena belum melalui pembahasan bersama legislatif.

Menurutnya, anggaran pembangunan jembatan senilai Rp12,6 miliar telah masuk dalam APBD 2026 dan disepakati bersama DPRD. Oleh karena itu, setiap perubahan kebijakan seharusnya kembali dibahas melalui mekanisme resmi, khususnya di Badan Anggaran (Banggar).

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Insfrastruktur Jalan, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Perbaiki Jalan Sinagar-Wangun

“Menurut saya pribadi, Pak Wali Kota memutuskan yang belum diputuskan. Karena menyangkut anggaran, itu harusnya diputuskan bersama legislatif. Jangan dulu menyampaikan akan menunda sebelum dibahas,” ujarnya, Sabtu (18/4).

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada pembahasan di tingkat Banggar DPRD terkait penundaan maupun pengalihan anggaran tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar kritik terhadap pernyataan kepala daerah di ruang publik.

Meski demikian, Agus mengaku secara pribadi tidak menolak jika proyek tersebut ditunda. Ia bahkan sejak awal mempertanyakan urgensi pembangunan jembatan tersebut.

“Secara pribadi saya menyambut baik jika ditunda, karena urgensinya belum terlalu penting. Akses masih bisa disiasati tanpa harus membangun jembatan,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Sukabumi dengan Dirut BPJS Kesehatan Bahas Layanan Kemoterapi Ditanggung BPJS Mulai 2026

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendorong agar anggaran dialihkan ke program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan jalan lingkungan atau Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW).

Namun, ia menekankan bahwa pengalihan anggaran tetap harus melalui kajian yang jelas dan dibahas bersama DPRD agar memiliki dasar yang kuat dan transparan.

“Kalau memang mau dialihkan, kita perlu tahu alasan-alasannya. Harus dibahas bersama DPRD supaya jelas dan sesuai prosedur,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

400 Personel Gabungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Aliansi Gema di Sukabumi
Ayep Zaki: Semangat Sumpah Pemuda Harus Bermuara pada Pemerataan Kemakmuran
TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:12 WIB

400 Personel Gabungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Aliansi Gema di Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Ayep Zaki: Semangat Sumpah Pemuda Harus Bermuara pada Pemerataan Kemakmuran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Berita Terbaru