Tangani 24 Kasus Kekerasan, DP2KBP3A Sukabumi Dorong Pembentukan TPPK di Kampus

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A, Ineu Nuraini. (Istimewa)

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A, Ineu Nuraini. (Istimewa)

LITERASI MEDIA – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan dengan menjajaki pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan perguruan tinggi.

Langkah ini diambil setelah Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) mencatat sebanyak 24 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A, Ineu Nuraini, mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, 10 kasus dialami perempuan, 4 kasus menimpa anak laki-laki, dan 10 kasus terjadi pada anak perempuan.

Baca Juga :  International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

“Jenis kasusnya beragam, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga pelecehan seksual. Sebagian sudah selesai pendampingan, sementara lainnya masih dalam proses, baik pendampingan hukum maupun psikologis, bahkan ada yang berlanjut ke proses hukum,” ujarnya, belum lama ini.

Sebagai langkah pencegahan, kata dia, DP2KBP3A secara aktif melakukan edukasi di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Kini, upaya tersebut diperluas dengan menyasar lingkungan perguruan tinggi melalui pembentukan TPPK.

Menurut Ineu, pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan organisasi mahasiswa seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk memberikan edukasi terkait penanganan dan pencegahan kekerasan di kampus.

Baca Juga :  105 Tahun Rumah Sakit Bunut, Menyingkap Jejak Sejarah RSUD Tertua di Kota Sukabumi

“Kami sudah mulai bekerja sama dengan perguruan tinggi. Edukasi juga sudah dilakukan bersama mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran terkait kekerasan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembentukan TPPK di tingkat pendidikan sebelumnya telah dilakukan di seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Sukabumi melalui kerja sama lintas sektor.

Dengan perluasan ke jenjang perguruan tinggi, diharapkan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan dapat semakin komprehensif, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

400 Personel Gabungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Aliansi Gema di Sukabumi
Ayep Zaki: Semangat Sumpah Pemuda Harus Bermuara pada Pemerataan Kemakmuran
TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:12 WIB

400 Personel Gabungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Aliansi Gema di Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Ayep Zaki: Semangat Sumpah Pemuda Harus Bermuara pada Pemerataan Kemakmuran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Berita Terbaru