Kasus DBD di Kota Sukabumi Melonjak, Begini Respon Bobby Maulana

- Penulis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat diwawancarai. Foto: Boy.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat diwawancarai. Foto: Boy.

LITERASI MEDIA – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, angkat bicara terkait melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sukabumi. Ia mengaku sudah menginstruksikan para Camat hingga Lurah untuk melaksanakan tindakan preventif yaitu fogging.

“Kami sudah menginstruksikan para camat, para lurah untuk melaksanakan tindakan-tindakan kalau belum terjadi ya preventif, kalau sudah terjadi ya mungkin penyelesaian diantaranya fogging ya, fogging itu nomer 1,” ujar Bobby, kepada awak media, pada Selasa (12/8).

Selain fogging, kata Bobby, langkah preventif lainnya yakni membersihkan jentik-jentik air di bak, dan lain sebagainya. Namun yang paling penting yaitu terkait dengan penanganan sampah.

“Saya sedikit menceritakan, kita sudah dapat surat cinta dari Menteri Lingkungan Hidup, sampai dengan Desember kita harus menyelesaikan open dumping di Cikundul, minimal ke kategori control and feel, itu sudah kita jalankan menggunakan skema yang sudah kita jalankan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sah! Tantan Sutandi Resmi Nahkodai DPD KNPI Kota Sukabumi Periode 2025–2028 dalam Musda ke-XVI

Selanjutnya untuk sampah sendiri berkaitan erat dengan kondisi di Kota Sukabumi sepertinya halnya kemarin terjadi banjir, masalah sungai, hingga kebiasaan buang sampah pada tempatnya, maka dari itu, lanjut Bobby, pemerintah akan menggalakan bagaimana masyarakat bisa mengolah sampah dari rumah tangganya, pasalnya hal ini berkaitan dengan DBD.

“Maka dari itu kita akan menggalakan biopori di seluruh wilayah Kota Sukabumi dimulai dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota membuat video himbauan, kemudian kita arahkan Camat, Lurah sampai dengan tingkat RT untuk menggalakkan sumur resapan biopori, dibuat kemudian menumpuk, nah sampah non organiknya itu akan dipilah, karena percuma hilirnya kita hajar terus, termasuk kerjasama nanti dengan SCG di Kabupaten kalau hulunya enggak kita bereskan,” bebernya.

Baca Juga :  Asik Konsumsi Sabu di Kontrakan, Eks Sopir Bogoran di Sukabumi Diringkus Polisi

Maka dari itu, sambung Bobby, tindakan-tindakan pemerintah yang akan dilakukan saat ini yaitu fogging, mensosialisasikan untuk penutupan bak air, pembersihan, pengurasan dan lain sebagainya, selebihnya kembali kepada masyarakat masing-masing.

“Saya yakin masyarakat kota Sukabumi paham tentang bahaya DBD, pemerintah hanya bisa menghimbau dan melakukan tindakan preventif, selebihnya kembali kepada pribadi masing-masing, hidup sehat itu pilihan, sakit itu pasti, orang itu pasti sakit, tapi kalau mau hidup sehat itu pilihan,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Puluhan Penerima Manfaat Terima Hewan Qurban dari Polres Sukabumi Kota
Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat Kota Sukabumi di 2026 Dipastikan Naik
Petugas Gabungan Sita 10.705 Batang Rokok Ilegal di Kota Sukabumi
Respon Keluhan Warga, Satpol PP Gerebek Kios Penjual Tramadol dan Hexymer di Jalan R.A Kosasih
Polemik Dana Abadi Rp10 Juta per RT, Agus Samsul Singgung Janji Politik Tak Matang
Kelurahan Gunung Puyuh Genjot Pendapatan Pajak Lewat Inovasi Mawar Bajak
10 Trofi dan 3 Gelar Beruntun! Persib Resmi Jadi Legenda Sepak Bola Indonesia
Persib Juara, Flare Menyala di Sukabumi! Euforia Bobotoh Tak Terbendung
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:54 WIB

Puluhan Penerima Manfaat Terima Hewan Qurban dari Polres Sukabumi Kota

Senin, 25 Mei 2026 - 23:10 WIB

Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat Kota Sukabumi di 2026 Dipastikan Naik

Senin, 25 Mei 2026 - 18:35 WIB

Petugas Gabungan Sita 10.705 Batang Rokok Ilegal di Kota Sukabumi

Senin, 25 Mei 2026 - 16:35 WIB

Respon Keluhan Warga, Satpol PP Gerebek Kios Penjual Tramadol dan Hexymer di Jalan R.A Kosasih

Senin, 25 Mei 2026 - 12:17 WIB

Polemik Dana Abadi Rp10 Juta per RT, Agus Samsul Singgung Janji Politik Tak Matang

Berita Terbaru