LITERASI MEDIA – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, angkat bicara terkait melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sukabumi. Ia mengaku sudah menginstruksikan para Camat hingga Lurah untuk melaksanakan tindakan preventif yaitu fogging.
“Kami sudah menginstruksikan para camat, para lurah untuk melaksanakan tindakan-tindakan kalau belum terjadi ya preventif, kalau sudah terjadi ya mungkin penyelesaian diantaranya fogging ya, fogging itu nomer 1,” ujar Bobby, kepada awak media, pada Selasa (12/8).
Selain fogging, kata Bobby, langkah preventif lainnya yakni membersihkan jentik-jentik air di bak, dan lain sebagainya. Namun yang paling penting yaitu terkait dengan penanganan sampah.
“Saya sedikit menceritakan, kita sudah dapat surat cinta dari Menteri Lingkungan Hidup, sampai dengan Desember kita harus menyelesaikan open dumping di Cikundul, minimal ke kategori control and feel, itu sudah kita jalankan menggunakan skema yang sudah kita jalankan,” ungkapnya.
Selanjutnya untuk sampah sendiri berkaitan erat dengan kondisi di Kota Sukabumi sepertinya halnya kemarin terjadi banjir, masalah sungai, hingga kebiasaan buang sampah pada tempatnya, maka dari itu, lanjut Bobby, pemerintah akan menggalakan bagaimana masyarakat bisa mengolah sampah dari rumah tangganya, pasalnya hal ini berkaitan dengan DBD.
“Maka dari itu kita akan menggalakan biopori di seluruh wilayah Kota Sukabumi dimulai dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota membuat video himbauan, kemudian kita arahkan Camat, Lurah sampai dengan tingkat RT untuk menggalakkan sumur resapan biopori, dibuat kemudian menumpuk, nah sampah non organiknya itu akan dipilah, karena percuma hilirnya kita hajar terus, termasuk kerjasama nanti dengan SCG di Kabupaten kalau hulunya enggak kita bereskan,” bebernya.
Maka dari itu, sambung Bobby, tindakan-tindakan pemerintah yang akan dilakukan saat ini yaitu fogging, mensosialisasikan untuk penutupan bak air, pembersihan, pengurasan dan lain sebagainya, selebihnya kembali kepada masyarakat masing-masing.
“Saya yakin masyarakat kota Sukabumi paham tentang bahaya DBD, pemerintah hanya bisa menghimbau dan melakukan tindakan preventif, selebihnya kembali kepada pribadi masing-masing, hidup sehat itu pilihan, sakit itu pasti, orang itu pasti sakit, tapi kalau mau hidup sehat itu pilihan,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









