Fakta Mengejutkan! Pasien TBC Sukabumi Didominasi Orang Luar Kota

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pasien TBC. (AI)

Ilustrasi pasien TBC. (AI)

LITERASI MEDIA – Upaya pengendalian Tuberkulosis (TBC) di Kota Sukabumi masih menghadapi tantangan besar. Hingga April 2026, capaian skrining kasus baru tercatat baru sekitar 30 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Ida Halimah, menyampaikan bahwa target skrining terduga TBC sepanjang tahun ini mencapai 10.184 orang. Namun, hingga memasuki bulan keempat, jumlah warga yang telah diperiksa baru mencapai 3.027 orang.

“Capaian ini masih jauh dari target. Artinya, upaya penemuan kasus harus terus ditingkatkan,” ujarnya, kepada awak media, Senin (4/5).

Dari proses skrining tersebut, pemerintah menargetkan dapat menemukan sekitar 2.096 kasus TBC sepanjang 2026, berdasarkan perhitungan epidemiologi nasional yang mempertimbangkan jumlah penduduk dan tingkat kepadatan.

Baca Juga :  UPTD PU Jampangkulon Intensif Perbaiki Jalan Rusak Demi Keselamatan Warga

Namun, dinamika menarik justru terlihat dari profil pasien yang menjalani pengobatan. Data Dinkes Kota Sukabumi menunjukkan, mayoritas pasien TBC yang ditangani di Kota Sukabumi berasal dari luar daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, mengungkapkan bahwa dari total 866 pasien yang sedang menjalani terapi, sekitar 53 persen merupakan warga luar kota.

“Pasien banyak datang dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, hingga Bogor, namun memilih berobat di fasilitas kesehatan Kota Sukabumi,” jelasnya.

Salah satu fasilitas kesehatan dengan temuan kasus tertinggi adalah RSUD R Syamsudin SH dengan total ratusan pasien, disusul rumah sakit swasta dan puskesmas.

Meski fasilitas kesehatan dinilai memadai, tingkat keberhasilan pengobatan masih menjadi pekerjaan rumah. Saat ini, angka keberhasilan terapi TBC di Kota Sukabumi baru mencapai 76 persen, masih di bawah target nasional sebesar 90 persen.

Baca Juga :  Pekerja Proyek Jalan Gudang Diduga Abaikan APD, Aspek K3 Jadi Sorotan

Denna menilai, rendahnya capaian tersebut bukan semata karena layanan kesehatan, melainkan dipengaruhi karakteristik pasien, khususnya dari luar daerah.

“Pasien luar kota cenderung sulit dipantau. Banyak yang tidak melanjutkan pengobatan hingga tuntas,” ujarnya.

Padahal, pengobatan TBC harus dijalani minimal selama enam bulan secara konsisten. Banyak pasien yang menghentikan pengobatan lebih awal karena merasa kondisi tubuh sudah membaik dalam beberapa minggu pertama.

“Gejala memang cepat mereda, tapi itu bukan berarti sembuh total. Jika berhenti, risiko penularan dan keparahan justru meningkat,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran
Kurun 4 Bulan! 138 Bencana di Kota Sukabumi Sebabkan Kerugian Capai Rp5,4 Miliar
Dulu Penuh Sampah dan PKL, Kini Lapang Merdeka Kota Sukabumi Berubah Total
Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru
Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi
Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukabumi Ditangkap, Dua Lainnya Masih Buron
Muscab Pramuka 2026, Wali Kota Sukabumi Soroti Pentingnya Pembinaan Karakter Pelajar
Kota Sukabumi Kucurkan Rp681 Juta untuk Jaminan BPJS Pekerja Rentan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:29 WIB

Kurun 4 Bulan! 138 Bencana di Kota Sukabumi Sebabkan Kerugian Capai Rp5,4 Miliar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:43 WIB

Dulu Penuh Sampah dan PKL, Kini Lapang Merdeka Kota Sukabumi Berubah Total

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:08 WIB

Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:36 WIB

Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi

Berita Terbaru