Kota Sukabumi Kembali Bidik Prestasi Nasional Lewat 1.326 Inovasi Daerah

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari. (Istimewa)

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari. (Istimewa)

LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai mematangkan persiapan menghadapi penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2026.

Sebanyak 1.326 inovasi yang berasal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saat ini tengah menjalani proses verifikasi sebelum didaftarkan ke sistem aplikasi Kemendagri.

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari, mengatakan ribuan inovasi tersebut merupakan hasil pengembangan dari seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat dinas, kecamatan, kelurahan hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

“Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 1.326 inovasi yang telah dihimpun dari seluruh SKPD di Kota Sukabumi,” ujar Hasan, belum lama ini.

Menurutnya, tahapan verifikasi dilakukan untuk memastikan setiap inovasi memenuhi syarat administratif maupun substansi yang ditetapkan Kemendagri sebelum proses pendaftaran resmi dibuka pada Juli 2026.

Baca Juga :  Diduga Terlibat Judol, 571 Data Penerima Bantuan di Kota Sukabumi Dihapus Kemensos

Bappeda menargetkan sekitar 70 hingga 80 persen inovasi yang masuk dapat lolos verifikasi dan layak diikutsertakan dalam penilaian nasional.

“Kami ingin memastikan inovasi yang didaftarkan benar-benar memenuhi indikator penilaian serta memiliki tingkat kematangan yang baik,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kualitas inovasi, Bappeda juga telah menggelar sosialisasi terkait Indeks Inovasi Daerah kepada seluruh perangkat daerah.

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai indikator penilaian inovasi, termasuk aspek keberlanjutan, manfaat pelayanan publik, hingga dampak terhadap masyarakat.

“Kami memberikan pemahaman agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya sekadar program, tetapi benar-benar memiliki kualitas dan nilai manfaat yang terukur,” jelas Hasan.

Ia menambahkan, seluruh inovasi yang saat ini diverifikasi masih tersimpan dalam basis data Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Sukabumi.

Baca Juga :  Kurun 1 Bulan, Polres Sukabumi Kota Berhasil Ungkap Sejumlah Kasus, Berikut Rinciannya!

Setelah sistem aplikasi Kemendagri resmi dibuka, seluruh data yang telah lolos verifikasi akan langsung diunggah untuk mengikuti proses penilaian nasional.

“Target kami, proses verifikasi selesai pada awal Juli sehingga ketika sistem dibuka, seluruh data sudah siap didaftarkan,” ungkapnya.

Hasan menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi mempertahankan prestasi yang diraih sebelumnya dalam ajang Innovative Government Award (IGA).

Pada tahun 2025, Kota Sukabumi berhasil meraih predikat Kota Terinovatif dari Kemendagri berkat berbagai inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang dinilai berhasil mendorong peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

“Prestasi itu tentu harus dipertahankan dan ditingkatkan. Karena inovasi menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan adaptif,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran
Kurun 4 Bulan! 138 Bencana di Kota Sukabumi Sebabkan Kerugian Capai Rp5,4 Miliar
Dulu Penuh Sampah dan PKL, Kini Lapang Merdeka Kota Sukabumi Berubah Total
Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru
Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi
Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukabumi Ditangkap, Dua Lainnya Masih Buron
Muscab Pramuka 2026, Wali Kota Sukabumi Soroti Pentingnya Pembinaan Karakter Pelajar
Kota Sukabumi Kucurkan Rp681 Juta untuk Jaminan BPJS Pekerja Rentan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:29 WIB

Kurun 4 Bulan! 138 Bencana di Kota Sukabumi Sebabkan Kerugian Capai Rp5,4 Miliar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:43 WIB

Dulu Penuh Sampah dan PKL, Kini Lapang Merdeka Kota Sukabumi Berubah Total

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:08 WIB

Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:36 WIB

Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi

Berita Terbaru