LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa pada 2025-2026 ini Pemerintah Kota (Pemkot) akan melakukan rotasi mutasi jabatan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Sukabumi.
Rotasi mutasi jabatan akan dilakukan terhadap pejabat mulai dari eselon II hingga IV. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kinerja seluruh SKPD agar berjalan dengan baik dan optimal, termasuk untuk penggunaan anggaran secara produktif dan bukan hanya penyerapan anggaran, tapi produktivitas daripada anggaran itu sendiri.
Hal tersebut ia ungkapkan usai mengikuti Rapat Paripurna terkait penjelasan Wali Kota Sukabumi terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2024 dan RPJMD tahun 2025-2029 di gedung DPRD, pada Selasa (17/6).
“Contoh DLH (Dinas lingkungan hidup) kita punya anggaran Rp 30 miliar, tapi sampah tidak selesai-selesai, nah ini akan saya bongkar, bagaimana struktur DLH ini dengan anggaran Rp 30 miliar ini sampah bersih,” ujar Ayep Zaki, kepada awak media.
Selanjutnya, kata dia, anggaran sebesar Rp 500 miliar di Dinkes, kemudian anggaran Rp 255 miliar di Disdikbud, hingga anggaran Rp 50 miliar di DPUTR itu pihaknya akan mencoba membuka struktur dalam pembiayaan. Hal ini supaya melahirkan satu anggaran yang menghasilkan produktivitas tinggi dan bermanfaat untuk masyarakat. Bahkan pihaknya juga akan release di media bahwa anggaran itu seperti apa nantinya.
“Tapi saya perlu bekerja. Ya Insya Allah di 2026, tapi untuk di 2025 ini kita akan memperbaiki dulu struktur nya , mutasi eselon II mutasi eselon III dan IV, kemudian rotasi -rotasi itu adalah wajib hukumnya, karena untuk kontrol manajemen. Jadi tidak ada jabatan selamanya di situ, ini akan kita rotasi,” tegasnya.
Selain itu, masih kata dia, pihaknya juga akan merombak manajemen di PDAM TBW Kota Sukabumi. Pasalnya PDAM ini kebocorannya 82 persen. Terlebih jumlah pelanggannya yang mengalami penurunan dari 20 ribu ke 19 ribu. Maka dari itu, pihaknya akan berupaya mengatasi kebocoran agar berkurang setiap tahunnya dan menaikan jumlah pelanggan di angka 50 ribu.
“PDAM ini kebocorannya 82 persen, kita akan kejar bagaimana kebocoran ini terus berkurang tiap tahunnya. Pelanggan menurun jumlahnya dari 20 ribu ke 19 ribu. Nah bagaimana upaya saya untuk menaikkan pelanggan yang jumlah pelanggan sebenarnya yang ada di Kota Sukabumi ini 120 ribu, bagaimana kita bisa pada angka 50 ribu,” cetusnya. (***)
Editor : Nuria Ariawan









