LITERASI MEDIA – Sorak sorai penonton menggema memenuhi area GOR Mereka, pada Sabtu (12/7) sore hingga malam. Antusiasme ratusan supporter menjadi energi tersendiri dalam gelaran Sukabumi Nyerenteng, sebuah ajang yang memadukan semangat sportivitas dan keberagaman seni bela diri dalam satu panggung megah.
Acara yang kini memasuki tahun keduanya itu sukses mempertemukan berbagai cabang olahraga combat sport mulai dari kick boxing, MMA, muaythai, hingga boxing dalam satu arena pertandingan.
“Sukabumi Nyerenteng ini bukan sekadar kompetisi, tapi ruang kolaborasi antar-cabang olahraga bela diri. Kita ingin semua berkembang bersama, tidak ada ego sektoral,” ujar Anggi Sendrayogi, Ketua Panitia Sukabumi Nyerenteng, kepada wartawan.
Dalam penyelenggaraannya tahun ini, sebanyak 202 peserta ambil bagian. Dari jumlah tersebut, 104 di antaranya berlaga di kategori amatir, sementara 18 atlet bertanding di laga utama (main event). Mayoritas peserta berasal dari Sukabumi, selaras dengan misi utama event ini: memajukan potensi lokal.
“Dari awal, kita memang ingin mendorong perkembangan *combat sport* di Sukabumi. Peserta luar daerah pun hadir sebagai pelengkap, terutama untuk mengisi slot pertandingan yang belum memiliki lawan,” tambah Anggi.
Meskipun bukan bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara seperti tahun sebelumnya lantaran kendala anggaran Sukabumi Nyerenteng tetap hadir dengan semangat yang tak kalah membara.
Bahkan, gelaran ini kini dijadikan agenda tahunan, sebagai salah satu wadah pencarian bibit atlet berbakat, terutama menjelang ajang KORDA (Kompetisi Olahraga Daerah).
“Kalau dilihat dari teknik, 70 persen peserta sebenarnya sudah mumpuni. Yang mereka butuhkan hanyalah peningkatan dalam manajemen stamina dan pernapasan. Banyak dari mereka bukan atlet profesional, tapi para pecinta olahraga bela diri yang ingin menguji diri,” jelas Anggi.
Tak lupa, ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Sukabumi yang disebutnya selalu hadir dan suportif dalam setiap langkah perkembangan combat sport di daerah.
“Karena kami juga bagian dari pengurus cabor MMA dan kick boxing di Sukabumi, jadi ada sinergi. Kami ingin ini jadi gerakan bersama, bukan hanya event musiman,” tuturnya.
Dengan semangat inklusif, keberanian untuk keluar dari ego sektoral, dan dorongan kuat dari komunitas lokal, Sukabumi Nyerenteng bukan hanya soal pertandingan. Ia adalah cerita tentang energi kota kecil yang sedang menata langkah besar di dunia olahraga bela diri nasional. (Kio).









