Simak! Arti dari Fenomena Serakahnomics yang Membuat Prabowo Geram

- Penulis

Selasa, 22 Juli 2025 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA- Belum Lama Ini, Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena kemunculan pola baru dalam praktik ekonomi nasional yang ia sebut sebagai ‘serakahnomics’.

Menurutnya, pendekatan ini mencerminkan tindakan tamak yang mengabaikan kepentingan masyarakat dan bahkan berpotensi melanggar konstitusi.

“Sekarang kita menghadapi fenomena baru, saya kira sebelumnya cuma ada mazhab-mazhab ekonomi biasa. Ternyata muncul mazhab ekonomi baru, yang saya namakan serakahnomics,” ujar Prabowo dalam sambutannya di Penutupan Kongres PSI 2025 di Surakarta, Jawa Tengah, pasa Minggu 20 Juli.

Ia menilai serakahnomics adalah bentuk keserakahan yang tak lagi peduli pada norma moral, aturan hukum, maupun keberpihakan terhadap kepentingan bangsa.

“Model seperti ini tidak diajarkan di kampus-kampus ekonomi. Ini ilmu murni soal keserakahan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Berikut Daftar Lengkap 11 Pejabat yang Dilantik Presiden Prabowo

Prabowo menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah, tetapi masih saja terdapat oknum yang terus berbuat curang.

Menurutnya, tindakan mereka bukan didorong oleh logika atau kebutuhan, melainkan oleh sifat serakah yang sudah mengakar kuat.

“Kita ini punya sumber daya luar biasa, tapi maling-malingnya juga luar biasa. Sudah berkali-kali diberi peringatan tetap tidak kapok. Saya benar-benar prihatin, karena mereka ini sudah tidak bisa dikatakan bertindak rasional. Ini murni karena serakah,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan dirinya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mengucapkan sumpah untuk menjalankan UUD 1945 serta menegakkan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Dirut RSUD R. Syamsudin SH Yanyan Rusyandi Beberkan Pesan Menohok Menkes RI

“Saya hanya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan keberanian untuk menegakkan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan praktik kejahatan ekonomi yang terjadi di Indonesia menyebabkan kerugian negara mencapai Rp100 triliun setiap tahun.

“Kalau setiap tahun Rp100 triliun, lima tahun bisa Rp1.000 triliun. Ini bentuk kejahatan ekonomi yang luar biasa,” ungkapnya.

Dirinya pun memberi sinyal bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap praktik ekonomi yang tidak hanya merugikan rakyat, tetapi juga melawan hukum.

“Tunggu tanggal mainnya,” tandasnya.

Itulah, informasi yang kami kutip dari berbagai sumber (Fa). Semoga bermanfaat!

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Program Berobat Gratis KDM, Juknis Belum Jelas!
DPRD dan Bupati Sukabumi Sepakat, Belanja Tak Prioritas Dievaluasi
DPRD Kabupaten Sukabumi dan TAPD Rampungkan Evaluasi Perubahan APBD 2026
Hamzah Gurnita: Ketahanan Kabupaten Sukabumi Harus Dimulai dari Daerah
Tujuh Fraksi Beri Catatan, DPRD Kabupaten Sukabumi Segera Bedah APBD 2027
Bappeda Kota Sukabumi Terima Kunjungan Edukasi Siswa SMP IT Al-Huda
Data Bansos Bermasalah? Dinsos Kota Sukabumi Kini Hadirkan Program Gerebeg Desil
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:43 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Program Berobat Gratis KDM, Juknis Belum Jelas!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:38 WIB

DPRD dan Bupati Sukabumi Sepakat, Belanja Tak Prioritas Dievaluasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:56 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi dan TAPD Rampungkan Evaluasi Perubahan APBD 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Hamzah Gurnita: Ketahanan Kabupaten Sukabumi Harus Dimulai dari Daerah

Berita Terbaru