LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri kegiatan gathering nasional Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) di sebuah hotel kawasan Jalan Siliwangi, Sabtu (26/7).
Acara ini mempertemukan para pelaku UMKM tempe binaan FKDB dari seluruh Indonesia.
Ayep Zaki mengungkapkan, gathering tahunan yang biasanya digelar di Sentul kini dipindahkan ke Sukabumi.
“Sebagai Wali Kota, saya arahkan kegiatan seperti ini ke Sukabumi agar memberikan dampak ekonomi, termasuk dari sisi pajak untuk daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam memperkuat sektor UMKM.
“Ini contoh nyata kolaborasi. FKDB juga akan menggelar berbagai agenda lain di Sukabumi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” kata Ayep Zaki.
Salah satu fokus dalam acara ini adalah penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ayep Zaki menyebut, produk tempe dari pabrik Azaki, bagian dari jaringan FKDB, kini telah menyuplai 62 dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia.
“Kita punya tempe yang higienis dan lolos standar gizi nasional. Targetnya, seluruh dapur MBG bisa tersuplai oleh UMKM binaan FKDB dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin,” jelas Ayep Zaki.
Acara ini juga mengusung tema “Bangun Karakter, Tumbuhkan Kinerja melalui Mentality Booster”, sebagai upaya memperkuat daya saing UMKM.
Ayep Zaki turut mengenang awal mula berdirinya FKDB yang lahir dari pengalaman pahitnya membangun usaha.
“Dulu saya pimpin PT dan koperasi, tapi jatuh. Dari situ saya bangun FKDB. Kini saya bukan pengurus, tapi tetap membina demi Sukabumi yang sejahtera dan makmur,” ungkapnya.
Ketua FKDB, Cucup Ruhiyat, menyebut saat ini terdapat 86 UMKM tempe binaan yang tersebar di seluruh Indonesia. “Pak Ayep merintis ini sejak 2005, dulu beliau sendiri keliling, beri pelatihan dan bimbingan,” katanya.
Ia juga membeberkan, produk tempe Azaki telah menembus pasar internasional. “Kita sudah ekspor ke Jepang, Korea Selatan, Thailand, Australia, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat. Ini bukti UMKM kita mampu bersaing secara global,” pungkasnya. (kio).









