Bayar Iuran, Tapi Sampah Diangkut Sesuka Waktu? Keluhan Pedagang Alun-Alun Sukabumi Jadi Sorotan

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan Alun-Alun Kota Sukabumi, Jumat (5/6). (Foto: Istimewa)

Sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan Alun-Alun Kota Sukabumi, Jumat (5/6). (Foto: Istimewa)

LITERASI MEDIA – Sejumlah pedagang yang beraktivitas di kawasan Alun-Alun Kota Sukabumi mengeluhkan pelayanan kebersihan yang dinilai belum optimal. Meski rutin membayar retribusi kebersihan, para pedagang mengaku jadwal pengangkutan sampah di lokasi tersebut kerap berubah-ubah dan tidak memiliki kepastian waktu.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, mengatakan para pedagang selama ini membayar retribusi sebesar Rp1.000. Selain itu, menurutnya terdapat iuran lain yang ditarik oleh oknum pengurus Karang Taruna setempat sebesar Rp25 ribu per pedagang.

“Yang menagih hanya pengurus Karang Taruna, tidak ada yang lain. Untuk iuran itu juga tidak disertai kwitansi resmi,” ujarnya kepada awak media, Jumat (5/6).

Baca Juga :  Melalui MWKT, Rangga Agustian Resmi Nahkodai Ketua Karang Taruna Kelurahan Gunungpuyuh

Ia menuturkan, persoalan yang paling dirasakan para pedagang bukan semata terkait penarikan biaya, melainkan kepastian pelayanan kebersihan yang diterima. Ia menyebut pengangkutan sampah di kawasan Alun-Alun sering dilakukan pada waktu yang berbeda-beda.

“Pengambilan sampah kadang pagi, kadang siang. Tidak ada jadwal yang pasti,” katanya.

Menurut para pedagang, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan sampah, terutama saat aktivitas perdagangan sedang ramai. Situasi itu dinilai dapat mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung yang memanfaatkan kawasan Alun-Alun sebagai ruang publik.

Alun-Alun Kota Sukabumi sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dan destinasi yang ramai dikunjungi setiap harinya. Karena itu, pengelolaan kebersihan yang konsisten dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  Ketua DPC Partai Gerindra Minta Pemkot Sukabumi Perbaiki Komunikasi di Isu Wakaf Produktif

Para pedagang berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui dinas terkait dapat memberikan kejelasan mengenai mekanisme pengelolaan sampah, termasuk sistem penarikan retribusi dan standar pelayanan kebersihan yang seharusnya diterima.

Mereka juga meminta adanya kepastian jadwal pengangkutan sampah agar kebersihan kawasan tetap terjaga dan aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

Hingga berita ini diterbitkan, literasimedia.com berupaya meminta keterangan resmi dari dinas terkait mengenai keluhan para pedagang tersebut. (Boy)

Berita Terkait

Di Tengah Sorotan Kebersihan Alun-Alun, DLH Ungkap Fakta Soal Retribusi Pedagang
Capai Target Bebas Rabies 2030, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Inovasi SINAR
Revitalisasi Pedestrian Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi Telan Anggaran Rp2,4 Miliar
Libatkan Warga Binaan, Lapas Sukabumi Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan, RS Bunut Gelar Temu Pelanggan dan Evaluasi Mitra FKTP
Aksi Nyata Pemuda Pancasila Kota Sukabumi: Donor Darah untuk Warga yang Membutuhkan
Bappeda Kota Sukabumi Matangkan Persiapan Rakortekrenbang Jabar 2026
TP PKK Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Empati dan Komunikasi dalam Pelayanan Publik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:06 WIB

Di Tengah Sorotan Kebersihan Alun-Alun, DLH Ungkap Fakta Soal Retribusi Pedagang

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:46 WIB

Capai Target Bebas Rabies 2030, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Inovasi SINAR

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Revitalisasi Pedestrian Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi Telan Anggaran Rp2,4 Miliar

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:32 WIB

Libatkan Warga Binaan, Lapas Sukabumi Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:44 WIB

Bayar Iuran, Tapi Sampah Diangkut Sesuka Waktu? Keluhan Pedagang Alun-Alun Sukabumi Jadi Sorotan

Berita Terbaru