Capai Target Bebas Rabies 2030, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Inovasi SINAR

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina. (Foto: Istimewa)

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina. (Foto: Istimewa)

LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian rabies sebagai bagian dari dukungan terhadap target nasional Indonesia Bebas Rabies 2030.

Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah peluncuran inovasi Sistem Integrasi Penanganan Rabies (SINAR), yang dirancang untuk mempercepat dan mengintegrasikan penanganan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, mengatakan inovasi SINAR dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan bagi korban gigitan hewan sekaligus memperkuat koordinasi antar fasilitas kesehatan dalam penanganan kasus rabies.

“Inovasi SINAR insyaallah akan diluncurkan pada minggu pertama Juni. Sistem ini dirancang agar masyarakat yang mengalami gigitan hewan penular rabies dapat memperoleh layanan medis secara cepat, terintegrasi, dan terstruktur sejak awal kejadian,” ujar Denna, belum ini.

Baca Juga :  Soal P2RW jadi Program Padat Karya, Begini Respon Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi

Menurutnya, pengembangan SINAR merupakan respons terhadap meningkatnya laporan kasus gigitan hewan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari RSUD Al-Mulk sebagai rabies center utama di Kota Sukabumi, tercatat sebanyak 104 kasus gigitan hewan penular rabies terjadi selama periode Januari hingga Maret 2026.

Meski demikian, Denna menegaskan bahwa hingga saat ini Kota Sukabumi masih mempertahankan status bebas kasus rabies pada manusia.

“Data lima tahun terakhir menunjukkan kasus gigitan cukup banyak. Pada tahun 2026 saja sudah tercatat 104 kasus gigitan berdasarkan laporan RSUD Al-Mulk. Namun, alhamdulillah hingga saat ini tidak ada kasus positif rabies pada manusia,” katanya.

Untuk mendukung implementasi SINAR, Pemerintah Kota Sukabumi juga memperluas jaringan layanan penanganan rabies. Jika sebelumnya pelayanan terpusat di RSUD Al-Mulk, kini tiga puskesmas strategis turut dilibatkan sebagai fasilitas rujukan awal penanganan kasus gigitan hewan penular rabies.

Baca Juga :  KPU Kota Sukabumi Pastikan Validitas Data Pemilih Lewat Coklit Terbatas

Ketiga puskesmas tersebut yakni Puskesmas Sukabumi, Puskesmas Cipelang, dan Puskesmas Baros. Penambahan jaringan layanan ini diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kasus di tingkat wilayah.

“Ini merupakan upaya bersama untuk menekan potensi kasus rabies di Kota Sukabumi dan memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang lebih dekat dan cepat,” ujar Denna.

Melalui inovasi SINAR, Dinkes Kota Sukabumi berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies serta pentingnya penanganan dini pascagigitan hewan dapat terus meningkat. Program ini juga diharapkan menjadi instrumen penting dalam mempertahankan status nol kasus rabies pada manusia di Kota Sukabumi.

“Semoga inovasi ini dapat memberikan hasil yang optimal dan membantu Kota Sukabumi tetap mempertahankan status zero kasus rabies pada manusia,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Di Tengah Sorotan Kebersihan Alun-Alun, DLH Ungkap Fakta Soal Retribusi Pedagang
Revitalisasi Pedestrian Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi Telan Anggaran Rp2,4 Miliar
Libatkan Warga Binaan, Lapas Sukabumi Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan
Bayar Iuran, Tapi Sampah Diangkut Sesuka Waktu? Keluhan Pedagang Alun-Alun Sukabumi Jadi Sorotan
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan, RS Bunut Gelar Temu Pelanggan dan Evaluasi Mitra FKTP
Aksi Nyata Pemuda Pancasila Kota Sukabumi: Donor Darah untuk Warga yang Membutuhkan
Bappeda Kota Sukabumi Matangkan Persiapan Rakortekrenbang Jabar 2026
TP PKK Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Empati dan Komunikasi dalam Pelayanan Publik
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:06 WIB

Di Tengah Sorotan Kebersihan Alun-Alun, DLH Ungkap Fakta Soal Retribusi Pedagang

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:46 WIB

Capai Target Bebas Rabies 2030, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Inovasi SINAR

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Revitalisasi Pedestrian Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi Telan Anggaran Rp2,4 Miliar

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:32 WIB

Libatkan Warga Binaan, Lapas Sukabumi Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:44 WIB

Bayar Iuran, Tapi Sampah Diangkut Sesuka Waktu? Keluhan Pedagang Alun-Alun Sukabumi Jadi Sorotan

Berita Terbaru