LITERASIMEDIA.COM – Rencana pengembangan proyek panas bumi Cisolok-Cikakak kembali mendapat dorongan dari tokoh pemuda Sukabumi, Diren Pandimas. Ia memilih datang langsung ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong agar proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tersebut segera masuk tahap pembangunan.
Audiensi Diren Pandimas dengan Kementerian ESDM menjadi langkah konkret untuk memastikan proyek yang dinilai memiliki potensi besar bagi Kabupaten Sukabumi itu tidak berhenti pada rencana. Dalam pertemuan tersebut, Diren diterima Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Penataan Regulasi, Mustafa M. Radja.
Bagi Diren, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda audiensi. Ia ingin memastikan pemerintah pusat mengetahui langsung harapan masyarakat Sukabumi terhadap proyek geotermal Cisolok-Cikakak, terutama peluangnya dalam membuka lapangan ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pembangunan fasilitas umum di sekitar kawasan proyek.
“Alhamdulillah hari ini saya disambut dengan baik oleh Kementerian ESDM melalui Tenaga Ahli Pak Menteri ESDM Bidang Percepatan Penataan Regulasi, Bapak Mustafa M. Radja. Langkah ini saya tempuh karena saya peduli dengan masyarakat Sukabumi agar ke depan masyarakat bisa lebih baik, baik dari sisi pendapatan maupun fasilitas umum,” ujar Diren.
Dalam audiensi itu, Diren juga menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi masyarakat di sekitar lokasi proyek. Ia bahkan mengundang Mustafa M. Radja untuk datang ke Cisolok-Cikakak sehingga pembahasan mengenai proyek tidak hanya dilakukan dari meja pertemuan, tetapi juga berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Menurut Diren, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai manfaat proyek sekaligus ruang untuk menyampaikan aspirasi. Ia menilai komunikasi antara pemerintah, pengembang dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan proyek strategis tersebut dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan warga.
“Saya mengajak Bapak Mustafa M. Radja untuk berkunjung secara langsung ke lokasi proyek geotermal di Cisolok-Cikakak. Supaya dapat melihat dan mengetahui secara langsung bahwa masyarakat menyambut baik proyek PSN ini serta bisa menyampaikan kepada Pak Menteri ESDM untuk segera secepatnya dimulai, termasuk groundbreaking tahun ini,” katanya.
Dorongan Diren tersebut mendapat respons dari pihak Kementerian ESDM. Mustafa M. Radja menyampaikan bahwa pemerintah tengah memberikan perhatian terhadap sejumlah persoalan sosial yang muncul di kawasan Cisolok. Menurutnya, persoalan tersebut perlu diselesaikan sejak awal agar tidak berkembang menjadi hambatan bagi keberlanjutan proyek.
“Dikarenakan proyek ini akan segera dimulai, saya sudah berdiskusi kepada Dirjen EBTKE untuk segera menyelesaikan isu sosial yang muncul di Cisolok. Jangan membesar dan jadi perhatian publik,” ujar Mustafa.
Ia juga meminta pihak PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) memperhatikan masukan dari tokoh adat dan kelompok masyarakat. Koordinasi dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) juga akan terus dilakukan untuk membahas langkah teknis penyelesaian persoalan di lapangan.
“Menekankan atau mengimbau kepada pihak DMCG agar memperhatikan usulan ketua adat dan kelompok masyarakat. Selanjutnya berkoordinasi dengan EBTKE yang sedang menangani isu sosial Cisolok untuk teknisnya,” katanya.
Bagi Diren Pandimas, respons dari Kementerian ESDM tersebut menjadi sinyal positif. Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke lokasi, sehingga seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi proyek dan masyarakat di sekitarnya.
Proyek PLTP Cisolok-Cikakak sendiri dikelola PT Daya Mas Cisolok Geothermal dengan kapasitas yang dirancang mencapai 50 Megawatt (MW). Proyek tersebut ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada akhir 2029.
Diren menilai potensi tersebut terlalu besar jika hanya dilihat dari sisi penyediaan energi. Jika dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat, proyek geotermal juga dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan Cisolok-Cikakak.
Karena itu, ia berharap hasil audiensi bersama Kementerian ESDM tidak berhenti sebagai pembahasan, tetapi segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata. Diren juga menegaskan akan terus mengawal komunikasi antara masyarakat Sukabumi dengan pemerintah pusat agar proyek tersebut dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah.
“Kami ingin proyek ini berjalan, tetapi masyarakat juga harus mendapatkan manfaat dan aspirasinya diperhatikan. Karena itu komunikasi dengan Kementerian ESDM akan terus kami dorong agar proyek geotermal Cisolok-Cikakak bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (Kio)









