LITERASI MEDIA – Tokoh pemuda sekaligus mantan Ketua Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Cibereum, Olan Ujang Dani Ramdani, menegaskan pentingnya menjaga persatuan organisasi kepemudaan di Kota Sukabumi di tengah dinamika yang terjadi di tubuh KNPI.
Menurut Olan, keberadaan berbagai versi KNPI di tingkat nasional tidak seharusnya menjadi persoalan yang memperkeruh situasi di daerah. Ia menilai, yang lebih penting adalah bagaimana organisasi kepemudaan (OKP) di Kota Sukabumi tetap solid dan memiliki arah yang jelas dalam berorganisasi.
“Biarkan di tingkat nasional ada banyak versi KNPI, entah puluhan atau belasan. Yang penting, di Kota Sukabumi, OKP sudah matang dan terbukti dengan telah dilaksanakannya 16 kali Musda,” kata Olan, kepada awak media, Selasa (21/4).
Ia juga menekankan, KNPI merupakan wadah strategis bagi para pemuda untuk belajar berorganisasi, berproses, dan membangun kepemimpinan. Karena itu, menurutnya, dualisme kepemimpinan justru hanya akan melemahkan peran KNPI sebagai candradimuka bagi OKP.
“KNPI ini adalah tempat belajar bagi OKP. Jadi buat apa ada dualisme kalau pada akhirnya justru memecah kekuatan pemuda itu sendiri,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia menyayangkan jika masih terjadi dualisme yang justru berpotensi melemahkan fungsi KNPI itu sendiri. Menurutnya, dualisme hanya akan mempersempit ruang gerak pemuda dalam berkontribusi.
“Kalau terpecah, energi kita habis untuk konflik. Padahal seharusnya fokus pada karya dan kontribusi nyata,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen pemuda di Kota Sukabumi untuk kembali pada semangat awal, yakni membangun kebersamaan demi kepentingan yang lebih besar. Dengan begitu, stabilitas dan keharmonisan di Kota Sukabumi dapat terus terjaga.
“Harapannya, kita bisa menjaga keutuhan dan kedamaian. Kepentingan bersama jauh lebih penting daripada kepentingan individu,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









