Kabar Baik! Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Sukabumi Siapkan Jalan Jadi Pengusaha Muda

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat. (Foto: Istimewa)

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat. (Foto: Istimewa)

LITERASI MEDIA – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi kembali menghadirkan program pelatihan kerja gratis bagi masyarakat usia produktif sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru.

Pada tahun 2026, Disnaker menyiapkan empat jenis pelatihan yang dapat diikuti warga Kota Sukabumi, yakni pelatihan menjahit, barista, public speaking, dan pengelasan. Setiap program akan diikuti oleh 25 peserta, sehingga total sebanyak 100 orang berkesempatan memperoleh peningkatan keterampilan.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengatakan pelaksanaan pelatihan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, pelatihan menjahit dan barista dijadwalkan berlangsung pada bulan ini.

“Setiap pelatihan akan diikuti oleh 25 peserta. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan durasi masing-masing selama empat hari,” ujar Punjul, belum lama ini.

Ia menjelaskan, peserta yang ingin mengikuti program tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berusia 18 hingga 25 tahun, merupakan warga Kota Sukabumi, serta memiliki minat dan komitmen untuk mengikuti pelatihan hingga selesai.

Baca Juga :  Bukti PAD Meningkat, Wali Kota Sukabumi Resmikan Jembatan Kopeng

Menurutnya, program ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha mandiri.

“Tujuan utama pelatihan ini agar peserta dapat membuka usaha secara mandiri. Jadi tenaga kerja itu tidak hanya bekerja pada sebuah institusi, tetapi juga bisa mengembangkan usaha sendiri dan pada akhirnya membuka lapangan kerja bagi orang lain,” katanya.

Punjul mencontohkan, peserta yang mengikuti pelatihan menjahit diharapkan mampu mengembangkan usaha setelah memiliki keterampilan yang memadai. Seiring berkembangnya usaha tersebut, mereka berpotensi merekrut tenaga kerja baru.

Selain memberikan pembekalan keterampilan, Disnaker juga akan mengenalkan berbagai program ketenagakerjaan yang dapat diakses peserta setelah menyelesaikan pelatihan. Salah satunya adalah Program Tenaga Kerja Mandiri dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Melalui program tersebut, masyarakat yang memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per orang. Proses pengajuan dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Siap Kerja.

Baca Juga :  Eks Terminal Sudirman Hadirkan Gate Parkir Rp 2.000, Bikin Nyaman dan Aman Pengunjung!

“Kami memberikan informasi dan pemahaman kepada peserta bahwa ada berbagai program yang bisa diakses setelah mereka memiliki keterampilan. Salah satunya Program Tenaga Kerja Mandiri yang pendaftarannya melalui aplikasi Siap Kerja,” jelasnya.

Selama empat hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik dengan porsi praktik yang lebih dominan. Hal itu dilakukan agar keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan, baik untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

Di akhir pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga akan dipetakan berdasarkan potensi dan kapasitas yang dimiliki untuk melihat peluang pengembangan karier maupun usaha ke depan.

“Bukan hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kami identifikasi mana peserta yang memiliki kapasitas untuk mengembangkan usaha di bidang yang mereka pelajari. Itu yang ingin kami dorong agar manfaat pelatihan ini benar-benar berkelanjutan,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Stabilkan Harga Pangan dan Tekan Inflasi, Pemkot Sukabumi Targetkan GPM di 35 Lokasi
DPRD Kota Sukabumi Belum Setujui Pinjaman Rp240 Miliar, Masih Kaji Urgensi dan Dampak Fiskal
Semarak HUT ke-81 RI, Warga RW 10 Gunungpuyuh Sukabumi Gelar Aneka Lomba Tradisional
Lindungi Generasi Muda, Ayep Zaki Ajak Orang Tua Sukseskan Pelaksanaan BIAS 2026
Stiker Tunggakan Pajak Dicabut dari Resto Skilo, BPKPD Sukabumi Ungkap Komitmen Berikutnya
Bukan Sekadar Perayaan, Lapas Sukabumi Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial
Lapas Sukabumi Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba Olahraga dan Permainan Tradisional
Semarak HUT ke-25, Demokrat Kota Sukabumi Bersihkan Masjid Agung dan Alun-alun
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Stabilkan Harga Pangan dan Tekan Inflasi, Pemkot Sukabumi Targetkan GPM di 35 Lokasi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:17 WIB

DPRD Kota Sukabumi Belum Setujui Pinjaman Rp240 Miliar, Masih Kaji Urgensi dan Dampak Fiskal

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RW 10 Gunungpuyuh Sukabumi Gelar Aneka Lomba Tradisional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Stiker Tunggakan Pajak Dicabut dari Resto Skilo, BPKPD Sukabumi Ungkap Komitmen Berikutnya

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Bukan Sekadar Perayaan, Lapas Sukabumi Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial

Berita Terbaru