LITERASI MEDIA – Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muchendra, menyoroti soal angka kebocoran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa (TBW).
Pasalnya, setelah ada kunjungan tim surveynya Wali Kota Sukabumi yang terjun langsung ke lapangan, hasilnya mendapat kesimpulan bahwa kebocoran air itu melebihi 80 persen.
“Kami waktu kunjungan pertama Komisi II ke PDAM mendapat informasi kebocoran itu di angka 72 persen. Di angka 72 persen itupun kami belum bisa mempercayai sepenuhnya berdasarkan apa dan bukti apa sampai angka kebocoran sangat tinggi,” ujar Muchendra, kepada awak media, pada Rabu (18/6).
Terhadap perbedaan angka persentase kebocoran dari PDAM dan tim surveynya Wali Kota Sukabumi, kata dia, pihaknya tentu akan melakukan penelurusan.
“Kami komisi II sudah berkunjung ke PDAM Kabupaten Badung, Bali, dulu tingkat kebocoran disana itu di angka 64 persen, sekarang tinggal 22 persen. Apa yang mereka lakukan, yaitu top manajemen nya turun langsung ke lapangan, setiap hari Jumat malam mereka bergadang mulai dari Salat Isya sampai Subuh mengecek kebocoran tersebut,” ungkapnya.
“Kalau air bocor itu akan membesar ke atas, disanalah mereka setiap hari Jumat melakukan nya, dan itu tidak pernah dilakukan oleh PDAM Kota, dan kita sudah menyampaikan ke PDAM Kota supaya ada perbaikan,” tambahnya.
Setelah melakukan kunjungan ke PDAM Kabupaten Badung Bali, sambung dia, pada beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah mengirimkan soft copy dari PDAM Kabupaten Badung Bali agar bisa diterapkan di PDAM TBW Kota Sukabumi.
“Sebelum kami turun ke lapangan untuk pengecekan langsung, Pak Wali sudah mengambil kesimpulan. Mudah-mudahan dengan adanya kesimpulan Pak Wali dengan semangat peningkatan PAD nya, dan BUMD PDAM kita ini bisa meningkatkan PAD yang signifikan,” pungkasnya. (***)
Editor : Nuria Ariawan









