LITERASI MEDIA – Udara pagi di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Kamis (9/10), terasa berbeda dari biasanya. Hiruk pikuk pelaku usaha kecil, koperasi, hingga pejabat daerah menyatu dalam satu semangat yang sama: membangun ekonomi rakyat lewat peluncuran Program Kumitra (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra).
Program besutan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI itu menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kecil di Sukabumi.
Tak hanya dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM RI Maman Abdurrahman, tetapi juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, serta unsur Forkopimda Kota Sukabumi.
Di antara tamu yang hadir, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, tampak memberikan perhatian serius. Ia menyebut peluncuran Kumitra ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pelaku usaha kecil di daerah.
“Kita sebagai warga Kabupaten dan Kota Sukabumi tentu mengapresiasi kehadiran Menteri UMKM dan Menteri PPPA. Saya tahu betul bagaimana Pak Menteri memperjuangkan para pelaku UMKM di seluruh Nusantara, terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar Iman usai acara.
Politisi muda asal Sukabumi itu juga menyoroti pentingnya memastikan penyaluran KUR sebesar Rp200 triliun benar-benar sampai kepada pelaku usaha kecil di lapangan. Menurutnya, evaluasi berkelanjutan harus dilakukan agar program pemerintah tidak hanya berhenti di angka, tetapi dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami di DPR terus mendorong agar penyaluran KUR tepat sasaran. Presiden Prabowo ingin ekonomi bergulir dari desa dan daerah. Saya yakin Menteri UMKM akan terus memperjuangkan masyarakat kecil, terutama di Sukabumi,” tambahnya penuh keyakinan.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut Kumitra sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem usaha mikro yang inklusif. Program ini, kata dia, dirancang untuk memperluas akses kemitraan bagi pelaku usaha mikro, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga, dan penerima manfaat program sosial.
“Kumitra harus menjadi simbol sinergi nasional dalam memperkuat ekonomi rakyat menuju Indonesia yang mandiri dan berkeadilan,” tegasnya.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dengan pembiayaan. Diperlukan pendampingan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas usaha yang terintegrasi agar pelaku UMKM mampu naik kelas.
Deputi Mikro UMKM Kemenkop, M. Riza A. Damanik, menambahkan bahwa Kumitra juga menjadi jembatan antara pelaku usaha mikro dan sektor swasta, ritel modern, serta lembaga keuangan. Tujuannya, menciptakan rantai pasok yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin pelaku UMKM di seluruh Indonesia memiliki peluang yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Dari sisi daerah, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyambut hangat peluncuran Kumitra di kotanya. Ia menilai program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi berbasis kolaborasi dan keadilan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Sukabumi. Melalui Kumitra, kami ingin memastikan setiap pelaku usaha, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan ruang untuk tumbuh dan diakui,” tutur Ayep.
Ayep juga mengungkapkan bahwa tingkat penyerapan KUR di Sukabumi masih menjadi tantangan, dengan posisi kedua terendah di Jawa Barat. Untuk itu, pihaknya akan memperkuat sinergi bersama lembaga perbankan, koperasi, dan institusi pendidikan agar pembiayaan benar-benar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Tak hanya soal peluncuran program, acara juga diwarnai dengan pelepasan ekspor perdana produk Opak Singkong dari PT Gemilang Agro Inovasi sebanyak satu kontainer (20 ft) ke Brunei Darussalam. Langkah ini menjadi simbol bahwa produk lokal Sukabumi mampu menembus pasar global.
“Inilah bukti bahwa produk lokal kita tidak kalah bersaing jika didukung inovasi dan kemitraan yang kuat,” ujar Menteri Maman disambut tepuk tangan hadirin.
Semangat hari itu bukan hanya tentang program baru, tetapi tentang harapan besar. Harapan bahwa ekonomi rakyat bisa tumbuh dari bawah, dari tangan-tangan pengusaha kecil yang tak pernah lelah berjuang.
Lewat Kumitra, pemerintah dan daerah seolah ingin menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia ada di UMKM dan Sukabumi kini telah menjadi bagian penting dari gerakan besar itu. (Kio).









