Kumitra Jadi Angin Segar Bagi Pelaku Usaha Kecil, Iman Adinugraha: KUR Harus Menyentuh Akar Ekonomi Rakyat

- Penulis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, bersama Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, dan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, bersama Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, dan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.

LITERASI MEDIA – Udara pagi di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Kamis (9/10), terasa berbeda dari biasanya. Hiruk pikuk pelaku usaha kecil, koperasi, hingga pejabat daerah menyatu dalam satu semangat yang sama: membangun ekonomi rakyat lewat peluncuran Program Kumitra (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra).

Program besutan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI itu menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kecil di Sukabumi.

Tak hanya dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM RI Maman Abdurrahman, tetapi juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, serta unsur Forkopimda Kota Sukabumi.

Di antara tamu yang hadir, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, tampak memberikan perhatian serius. Ia menyebut peluncuran Kumitra ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pelaku usaha kecil di daerah.

“Kita sebagai warga Kabupaten dan Kota Sukabumi tentu mengapresiasi kehadiran Menteri UMKM dan Menteri PPPA. Saya tahu betul bagaimana Pak Menteri memperjuangkan para pelaku UMKM di seluruh Nusantara, terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar Iman usai acara.

Politisi muda asal Sukabumi itu juga menyoroti pentingnya memastikan penyaluran KUR sebesar Rp200 triliun benar-benar sampai kepada pelaku usaha kecil di lapangan. Menurutnya, evaluasi berkelanjutan harus dilakukan agar program pemerintah tidak hanya berhenti di angka, tetapi dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Tersentuh Kisah Arul Ramadani, Iman Adinugraha Beri Dukungan untuk Anak Nelayan Disabilitas Berprestasi di Kancah Nasional

“Kami di DPR terus mendorong agar penyaluran KUR tepat sasaran. Presiden Prabowo ingin ekonomi bergulir dari desa dan daerah. Saya yakin Menteri UMKM akan terus memperjuangkan masyarakat kecil, terutama di Sukabumi,” tambahnya penuh keyakinan.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut Kumitra sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem usaha mikro yang inklusif. Program ini, kata dia, dirancang untuk memperluas akses kemitraan bagi pelaku usaha mikro, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga, dan penerima manfaat program sosial.

“Kumitra harus menjadi simbol sinergi nasional dalam memperkuat ekonomi rakyat menuju Indonesia yang mandiri dan berkeadilan,” tegasnya.

Menurutnya, pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dengan pembiayaan. Diperlukan pendampingan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas usaha yang terintegrasi agar pelaku UMKM mampu naik kelas.

Deputi Mikro UMKM Kemenkop, M. Riza A. Damanik, menambahkan bahwa Kumitra juga menjadi jembatan antara pelaku usaha mikro dan sektor swasta, ritel modern, serta lembaga keuangan. Tujuannya, menciptakan rantai pasok yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin pelaku UMKM di seluruh Indonesia memiliki peluang yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Dari sisi daerah, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyambut hangat peluncuran Kumitra di kotanya. Ia menilai program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi berbasis kolaborasi dan keadilan.

Baca Juga :  Heboh Sengketa Blok Ambalat RI vs Malaysia, Begini Respon Prabowo

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Sukabumi. Melalui Kumitra, kami ingin memastikan setiap pelaku usaha, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan ruang untuk tumbuh dan diakui,” tutur Ayep.

Ayep juga mengungkapkan bahwa tingkat penyerapan KUR di Sukabumi masih menjadi tantangan, dengan posisi kedua terendah di Jawa Barat. Untuk itu, pihaknya akan memperkuat sinergi bersama lembaga perbankan, koperasi, dan institusi pendidikan agar pembiayaan benar-benar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Tak hanya soal peluncuran program, acara juga diwarnai dengan pelepasan ekspor perdana produk Opak Singkong dari PT Gemilang Agro Inovasi sebanyak satu kontainer (20 ft) ke Brunei Darussalam. Langkah ini menjadi simbol bahwa produk lokal Sukabumi mampu menembus pasar global.

“Inilah bukti bahwa produk lokal kita tidak kalah bersaing jika didukung inovasi dan kemitraan yang kuat,” ujar Menteri Maman disambut tepuk tangan hadirin.

Semangat hari itu bukan hanya tentang program baru, tetapi tentang harapan besar. Harapan bahwa ekonomi rakyat bisa tumbuh dari bawah, dari tangan-tangan pengusaha kecil yang tak pernah lelah berjuang.

Lewat Kumitra, pemerintah dan daerah seolah ingin menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia ada di UMKM dan Sukabumi kini telah menjadi bagian penting dari gerakan besar itu. (Kio).

Berita Terkait

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
Ayep Zaki Tinjau Proyek Jalan Prana, Tekankan Kualitas Infrastruktur dan Ancam Blacklist Kontraktor Nakal
Iyus Yusuf: Digitalisasi Pemerintah Harus Permudah Layanan, Bukan Sekadar Tambah Aplikasi
Bidik Investor Nasional, Kota Sukabumi Matangkan Strategi Menuju WJIC 2026
Dinkes Jabar dan Kota Sukabumi Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat Libatkan UMKM
DPRD Kabupaten Sukabumi Terima Aspirasi HMI, Budi Azhar: Semua Masukan Akan Dikawal Sesuai Kewenangan
Pembahasan APBD 2027 Bergulir, Pemkab dan DPRD Sukabumi Fokus Jaga Fiskal dan Percepat Pembangunan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:37 WIB

Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:10 WIB

Ayep Zaki Tinjau Proyek Jalan Prana, Tekankan Kualitas Infrastruktur dan Ancam Blacklist Kontraktor Nakal

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:20 WIB

Iyus Yusuf: Digitalisasi Pemerintah Harus Permudah Layanan, Bukan Sekadar Tambah Aplikasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:00 WIB

Bidik Investor Nasional, Kota Sukabumi Matangkan Strategi Menuju WJIC 2026

Berita Terbaru