LITERASI MEDIA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, pada Rabu (11/6).
Pantauan dilapangan, mahasiswa tiba di Balai Kota sekira pukul 14.47 WIB, dan langsung menyampaikan beberapa sejumlah tuntutan terkait dengan evaluasi 111 hari kinerja Wali Kota-Wakil Wali Kota Sukabumi.
Selain itu, di lokasi aksi unjuk rasa juga di jaga sejumlah petugas gabungan. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, petugas juga melakukan rekayasa arus lalu lintas guna mengantisipasi terjadinya kemacetan di lokasi aksi unjuk rasa.
Berikut sejumlah tuntutan yang dilayangkan PC PMII Kota Sukabumi.
- Hentikan kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap kepentingan masyarakat Kota Sukabumi.
- Realisasikan layanan kesehatan gratis di seluruh Puskesmas dan fasilitas layanan dasar lainnya.
- Mengutuk kolusi dan nepotisme dalam tubuh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi.
- Mengancam rangkap tiga jabatan struktural dalam tubuh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi.
- Tindak tegas ASN Kota Sukabumi yang melanggar etika dan norma kepegawaian.
- Menuntut untuk perluasan dan perlindungan ruang terbuka hijau (RTH) serta peningkatan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
- Luncurkan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan anggaran khusus.
- Pemerataan akses dan kualitas pendidikan serta tuntaskan kekosongan kepala sekolah, dan hentikan praktik jual beli LKS dan pungli pendidikan.
- Realisasikan tunjangan kinerja guru se-Kota Sukabumi sesuai janji kampanye.
- Melakukan audit menyeluruh terhadap semua sumber PAD, optimalisasi aset daerah, penertiban pajak dan retribusi usaha serta pembentukan satuan tugas khusus optimalisasi PAD.
- Evaluasi PAD yang membebani rakyat dan pastikan kebijakan berpihak kepada pelayanan publik.
- PMII Kotabumi akan terus mengawal kinerja Pemerintah Daerah Kota Sukabumi sampai tuntutan kami dilaksanakan. (***)
Editor : Nuria Ariawan









