May Day 2026 di Sukabumi: Kesejahteraan Pekerja Masih Jadi Sorotan Utama

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Sukabumi menyoroti satu isu yang belum terselesaikan, yakni kesejahteraan pekerja yang masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Kegiatan yang digelar di Taman Selabintana pada Sabtu (2/5) itu diikuti sekitar 250 peserta, terdiri dari perwakilan buruh, unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta sejumlah tamu undangan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menyampaikan bahwa pelaksanaan May Day tahun ini tetap berjalan meski dengan keterbatasan anggaran daerah.

“Alhamdulillah kegiatan tetap terlaksana berkat dukungan dan kebersamaan semua pihak,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan kesejahteraan buruh masih menjadi tantangan utama, terutama dalam menjaga keseimbangan antara upah yang diterima pekerja dengan kondisi ekonomi yang terus berkembang.

Baca Juga :  Soroti Hardiknas, DPRD Sukabumi Minta Anggaran Pendidikan Tak Tersedot MBG

“Isu paling krusial adalah kesejahteraan. Kita berupaya agar penghasilan pekerja tetap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, sehingga hak-hak buruh tetap terpenuhi,” jelasnya.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir tren upah di Kota Sukabumi menunjukkan peningkatan, meskipun tetap disesuaikan dengan inflasi dan standar kebutuhan hidup layak.

Punjul juga mengapresiasi hubungan yang terjalin antara serikat pekerja dan pengusaha yang dinilai cukup harmonis. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas iklim ketenagakerjaan di daerah.

“Kondisi yang kondusif ini tentu berdampak positif terhadap investasi dan membuka peluang kerja yang lebih luas,” katanya.

Baca Juga :  Peresmian Gapura Tugu Batas Kota Diapresiasi Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi

Selain itu, Disnaker juga terus mendorong perluasan kesempatan kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dengan tetap mengedepankan prosedur resmi demi perlindungan tenaga kerja.

“Bekerja ke luar negeri sah-sah saja, tapi harus melalui jalur resmi agar hak dan perlindungannya terjamin,” tegasnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara pekerja dan pengusaha menjadi kunci dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.

“Dengan komunikasi yang terbuka, kedua pihak bisa saling memahami dan menjaga kepentingan bersama dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru