LITERASI MEDIA – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Sukabumi menyoroti satu isu yang belum terselesaikan, yakni kesejahteraan pekerja yang masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Kegiatan yang digelar di Taman Selabintana pada Sabtu (2/5) itu diikuti sekitar 250 peserta, terdiri dari perwakilan buruh, unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta sejumlah tamu undangan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menyampaikan bahwa pelaksanaan May Day tahun ini tetap berjalan meski dengan keterbatasan anggaran daerah.
“Alhamdulillah kegiatan tetap terlaksana berkat dukungan dan kebersamaan semua pihak,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan kesejahteraan buruh masih menjadi tantangan utama, terutama dalam menjaga keseimbangan antara upah yang diterima pekerja dengan kondisi ekonomi yang terus berkembang.
“Isu paling krusial adalah kesejahteraan. Kita berupaya agar penghasilan pekerja tetap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, sehingga hak-hak buruh tetap terpenuhi,” jelasnya.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir tren upah di Kota Sukabumi menunjukkan peningkatan, meskipun tetap disesuaikan dengan inflasi dan standar kebutuhan hidup layak.
Punjul juga mengapresiasi hubungan yang terjalin antara serikat pekerja dan pengusaha yang dinilai cukup harmonis. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas iklim ketenagakerjaan di daerah.
“Kondisi yang kondusif ini tentu berdampak positif terhadap investasi dan membuka peluang kerja yang lebih luas,” katanya.
Selain itu, Disnaker juga terus mendorong perluasan kesempatan kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dengan tetap mengedepankan prosedur resmi demi perlindungan tenaga kerja.
“Bekerja ke luar negeri sah-sah saja, tapi harus melalui jalur resmi agar hak dan perlindungannya terjamin,” tegasnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara pekerja dan pengusaha menjadi kunci dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
“Dengan komunikasi yang terbuka, kedua pihak bisa saling memahami dan menjaga kepentingan bersama dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









