LITERASI MEDIA – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) mendatangi Balai Kota Sukabumi dan memasang tenda di halaman kantor Pemerintah Kota Sukabumi, Kamis (16/5) malam. Aksi tersebut dipicu persoalan utang piutang yang melibatkan salah satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi ormas tersebut menuntut penyelesaian utang pribadi yang dilakukan oleh seorang ASN bersangkutan. Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan institusi.
“Itu murni masalah pribadi. Kebetulan yang bersangkutan bekerja di lingkungan Pemkot. Jadi, jangan campuradukkan urusan pribadi dengan lembaga pemerintah,” tegas Penjabat Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, kepada wartawan, Jumat (17/5).
Ayep menegaskan, jika persoalan tersebut menyangkut kelembagaan Pemkot Sukabumi, dirinya akan bertanggung jawab penuh sebagai pimpinan. Namun karena ini urusan individu, penyelesaiannya juga harus dilakukan secara pribadi.
“Kalau yang bermasalah adalah struktur organisasi Pemkot, saya pasti bertanggung jawab. Tapi ini jelas-jelas urusan pribadi, silakan diselesaikan secara pribadi. Jangan seret institusi ke dalamnya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ASN bersangkutan telah menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara pribadi dan bahkan memilih mundur dari jabatannya.
“Sekali lagi saya tegaskan, ini tidak ada kaitannya dengan struktural Pemkot. Yang bersangkutan juga sudah menyatakan mundur dan siap menyelesaikan masalah secara pribadi,” tutup Ayep. (Kio).









