LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggelar Ngobrol Happy (Ngopy) edisi perdana di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi, pada Kamis (14/8).
Program ini merupakan janji politik Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana, untuk menghadirkan ruang dialog langsung antara pimpinan daerah dengan masyarakat.
Ngopy diinisiasi untuk menepis stigma bahwa kepala daerah dan wakilnya sulit ditemui setelah pemilihan umum.
Forum diawali dengan pertanyaan sederhana namun memerlukan penjelasan mendalam, yakni capaian Pemkot Sukabumi selama enam bulan terakhir di bawah kepemimpinan Ayep Zaki dan Bobby Maulana.
Ayep Zaki memaparkan sejumlah keberhasilan, antara lain peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadikan Sukabumi sebagai kota toleran, serta normalisasi pajak dan retribusi daerah melalui pembentukan tim gabungan, penandatanganan pakta integritas, sosialisasi masif, hingga penerapan sistem pembayaran non-tunai.
Selanjutnya, di bidang infrastruktur, Pemkot Sukabumi telah melakukan penataan kota skala kecil namun berdampak nyata seperti perbaikan beberapa ruas jalan, penguatan nilai hidup berkelanjutan, optimalisasi pengelolaan BLUD dan BUMD, khususnya RSUD R Syamsudin SH yang kini mencatat keuntungan, serta mendorong Gerakan Wakaf Uang untuk mewujudkan Sukabumi sebagai Kota Wakaf.
Wali Kota Sukabumi menambahkan bahwa pihaknya akan terus membuka ruang diskusi dengan masyarakat, termasuk mengunjungi kampus dan melibatkan seluruh SKPD untuk turun berdialog langsung.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa Ngopy adalah ruang keterbukaan yang tidak dimaksudkan untuk menggurui, tetapi membangun kepercayaan publik. “Pemimpin hadir untuk mendengar dan bertindak, bukan sekadar berbicara,” ujarnya.
Bobby menegaskan, Ngopy akan digelar secara rutin sebagai upaya menjawab pertanyaan dan menghapus stigma sulitnya bertemu kepala daerah setelah terpilih.
“Kita harus siap dikritik, namun Sukabumi juga perlu menjaga nama baik dan prestasi. Semua ini diawali dengan niat baik. Memang masih ada kekurangan, tetapi jika dipandang positif, justru menjadi kekuatan untuk terus memperbaiki diri,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









