LITERASI MEDIA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar audensi yang berlangsung di ruang utama Balai Kota, pada Senin (30/6). Kali ini, audensi digelar dengan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, membahas sinergitas antara pemerintah dengan media.
“Ya hari ini audensi dengan PWI terimakasih, karena saya Wali Kota dan Pemkot, saya ingin transparan terbuka dan ini terjemahan dari tabligh ya, ada empat sifat Rasul, Sidiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh,” ujar Ayep Zaki, kepada awak media.
Menurutnya, Tabligh ini terbuka, maka dari itu ini merupakan salah satu implementasi bagaimana Pemkot Sukabumi terbuka untuk masyarakat, baik anggaran pendapatan, termasuk pengeluaran kinerja seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Termasuk juga belanja barang dan jasa juga betul-betul sesuai dengan aturan ya. Barang dan jasa ini harus ada profit atau keuntungan, tapi keuntungannya jangan berlebihan seperti itu. Maka itu akan kita kawal. Jadi semuanya transparan dan keterbukaan,” ungkapnya.
Lebih kata dia, Kota Sukabumi ini banyak orang, namun dirinya mencari orang yang mempunyai kompetensi, salah satunya yang bisa membenahi BLUD maupun BUMD di Kota Sukabumi, bukan orang yang hanya sekedar pemikiran dan gagasan saja, melainkan yang mempunyai kompetensi kerja.
“Saya mencari orang yang punya kompetensi, inti kompetensi ya, semua orang bisa menanam singkong, tapi saya cari petani singkong yang mampu bisa panen per hektarnya 70 ton, kira-kira begitu,” cetusnya.
Selain itu, ia juga meminta kepada media untuk memberikan kritikan yang membangun. Bahkan menerima kritikan hingga mempersilahkan datang ke kantor untuk dibahas, namun jangan menyampaikan sesuatu yang tidak objektif. Maka dari itu, dirinya menginginkan sesuatu yang objektif saja, sehingga apabila kurang objektif maka hal tersebut akan pihaknya perbaiki.
“Saya minta media kalau jelek sampaikan jelek, kalau bagus sampaikan juga bagus, tapi saya akan menerima kritik dan saran, silahkan datang ke kantor kita akan bahas, tapi jangan nyinyir atau sesuatu yang tidak objektif. Saya ingin yang objektif saja, sebab kalau yang objektif ini kalau berkurang kita akan benahi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani Saptari, menyampaikan ucapan terima kasih terhadap Wali Kota Ayep Zaki yang telah menerima pihaknya untuk menyempatkan waktu secara langsung beraudensi. Bahkan ia juga mendukung penuh program dan kebijakan Wali Kota guna kemajuan Kota Sukabumi.
“Ya terimakasih kepada Pak Wali Kota yang telah menerima kami. Harapannya PWI Kota Sukabumi dengan Pemkot dapat terus menjalin sinergitas,” singkatnya. (Boy)
Penulis : Nuria Ariawan









