TP PKK Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Empati dan Komunikasi dalam Pelayanan Publik

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Seminar Smart Service Parenting yang digelar di GOR Merdeka, Kamis (4/6). (Foto: Dokpim Kota Sukabumi)

Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Seminar Smart Service Parenting yang digelar di GOR Merdeka, Kamis (4/6). (Foto: Dokpim Kota Sukabumi)

LITERASI MEDIA – Kemampuan memahami manusia, membangun empati, dan menjalin komunikasi yang efektif dinilai menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, saat membuka Seminar Smart Service Parenting bertajuk “Memahami Bahasa Kalbu, Strategi Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Publik dan Pengasuhan” di GOR Merdeka, Kamis (4/6).

Dalam kegiatan yang dihadiri pengurus TP PKK, kepala perangkat daerah, kader PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen masyarakat tersebut, Ranty menegaskan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan kehidupan saat ini.

Menurut Ranty, kecerdasan emosional dan spiritual juga harus terus dikembangkan oleh setiap individu, baik sebagai aparatur sipil negara (ASN), pengurus organisasi, orang tua, maupun anggota masyarakat.

“Banyak persoalan yang muncul bukan karena niat buruk, tetapi karena kesalahpahaman, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan memahami sudut pandang orang lain. Karena itu, kemampuan memahami bahasa kalbu menjadi sangat penting agar komunikasi berjalan lebih baik dan persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana,” ujarnya.

Ranty menjelaskan, seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen TP PKK Kota Sukabumi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas pengasuhan. Sebagai mitra strategis pemerintah, TP PKK terus menjalankan peran sebagai penggerak, fasilitator, motivator, dan pengendali yang sejalan dengan 10 Program Pokok PKK.

Baca Juga :  Yuk, Hadiri Tabligh Akbar dan Manasik Haji yang Dimeriahkan Ustaz Handy Bonny, Cek Lokasinya!

Untuk memperkaya wawasan peserta, TP PKK menghadirkan pakar neurospiritual dan komunikasi keluarga, dr. Aisah Dahlan, sebagai narasumber utama. Kehadiran pakar tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya komunikasi berbasis empati, baik dalam pelayanan publik maupun dalam lingkungan keluarga.

Menurutnya, seminar ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama bagi ASN, khususnya tenaga pendidik, serta masyarakat umum agar ilmu pengasuhan yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada para orang tua di Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap proses pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa pembangunan kota memerlukan waktu, perencanaan yang matang, konsistensi, serta kolaborasi seluruh pihak agar hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Program pembangunan dan berbagai janji politik membutuhkan fondasi yang kuat serta perbaikan sistem yang berkesinambungan. Karena itu, komunikasi yang baik, keterbukaan, dan empati menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Ranty juga menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak mungkin mampu memuaskan semua pihak, namun harus terus berupaya menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Nilai tersebut, lanjutnya, perlu menjadi pegangan bagi para pemimpin di berbagai tingkatan.

Baca Juga :  Luar Biasa, PAD Kota Sukabumi pada Juni 2025 Alami Kenaikan Sebesar 63 Persen

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin terbuka dan diwarnai beragam pandangan, ia mengajak seluruh peserta untuk menyelesaikan persoalan melalui dialog yang sehat dan komunikasi yang konstruktif, bukan dengan prasangka atau emosi yang berlebihan.

Selain itu, Ranty mengingatkan bahwa keberhasilan sejati tidak diukur dari kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan dari kemampuan seseorang untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Ia mengajak masyarakat untuk lebih fokus membangun kapasitas diri, mencari solusi, melayani sesama, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah menghakimi orang lain atas kesalahan atau kegagalan yang dialami. Menurutnya, setiap individu memiliki proses pembelajaran dan tantangan hidup yang berbeda yang tidak selalu diketahui oleh orang lain.

“Pada akhirnya masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang sempurna, ASN yang sempurna, ataupun orang tua yang sempurna. Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang tulus, mau mendengar, mau belajar, dan terus berusaha memperbaiki keadaan,” ungkapnya.

Melalui seminar tersebut, TP PKK Kota Sukabumi berharap lahir pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya komunikasi yang berlandaskan empati dan hati nurani. Dengan demikian, kualitas pelayanan publik dapat terus meningkat, sementara pola pengasuhan yang lebih baik dapat terwujud demi mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Di Tengah Sorotan Kebersihan Alun-Alun, DLH Ungkap Fakta Soal Retribusi Pedagang
Capai Target Bebas Rabies 2030, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Inovasi SINAR
Revitalisasi Pedestrian Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi Telan Anggaran Rp2,4 Miliar
Libatkan Warga Binaan, Lapas Sukabumi Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan
Bayar Iuran, Tapi Sampah Diangkut Sesuka Waktu? Keluhan Pedagang Alun-Alun Sukabumi Jadi Sorotan
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan, RS Bunut Gelar Temu Pelanggan dan Evaluasi Mitra FKTP
Aksi Nyata Pemuda Pancasila Kota Sukabumi: Donor Darah untuk Warga yang Membutuhkan
Bappeda Kota Sukabumi Matangkan Persiapan Rakortekrenbang Jabar 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:06 WIB

Di Tengah Sorotan Kebersihan Alun-Alun, DLH Ungkap Fakta Soal Retribusi Pedagang

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:46 WIB

Capai Target Bebas Rabies 2030, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Inovasi SINAR

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Revitalisasi Pedestrian Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi Telan Anggaran Rp2,4 Miliar

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:32 WIB

Libatkan Warga Binaan, Lapas Sukabumi Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:44 WIB

Bayar Iuran, Tapi Sampah Diangkut Sesuka Waktu? Keluhan Pedagang Alun-Alun Sukabumi Jadi Sorotan

Berita Terbaru