LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pada Selasa (30/9).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas pengembangan layanan kesehatan di Kota Sukabumi, khususnya peningkatan fasilitas di RSUD R. Syamsudin, S.H., RSUD Al Mulk, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Sukabumi memaparkan kondisi RSUD R. Syamsudin, S.H. yang saat ini memiliki 555 tempat tidur, dengan 80 persen di antaranya telah menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Meski demikian, rumah sakit tersebut masih membutuhkan pengembangan layanan medis, terutama peralatan untuk penanganan jantung, kanker, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), kamar bedah, serta layanan hemodialisa.
Selain itu, ia juga menyampaikan rencana pengembangan RSUD Al Mulk dari rumah sakit kelas D menjadi kelas C, serta peningkatan fasilitas Labkesda agar lebih optimal dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya menjaga masyarakat tetap sehat melalui perilaku hidup bersih, olahraga, dan screening kesehatan secara teratur.
Terkait usulan dari Pemkot Sukabumi, Menkes menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan memiliki kebijakan prioritas dalam memberikan dukungan pendanaan layanan kesehatan, yang nantinya akan ditindaklanjuti secara teknis oleh direktorat terkait.
Lebih lanjut, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa beberapa usulan dapat dipenuhi sesuai program prioritas Kemenkes. Namun, untuk pengembangan RSUD Al Mulk belum dapat difasilitasi karena kebijakan Kementerian Kesehatan hanya memperbolehkan satu pengembangan rumah sakit di tiap kabupaten/kota.
Sementara itu, untuk Labkesda, Kementerian Kesehatan akan memberikan bantuan peralatan, termasuk pengadaan sarana yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Puskesmas.
Sebagai tindak lanjut, Kemenkes meminta adanya pemutakhiran data usulan dari Bappeda dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi agar program yang diajukan dapat segera diproses lebih lanjut. (Kio).









