5 Makanan yang Terlihat Sehat Tapi Bisa Menghambat Umur Panjang

- Penulis

Senin, 21 April 2025 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi yogurt. Foto: Istimewa.

Ilustrasi yogurt. Foto: Istimewa.

LITERASI MEDIA – Banyak dari kita mulai makan lebih sehat demi hidup lebih lama dan bertenaga. Namun, menurut para ahli gizi, tidak semua makanan yang diklaim sehat benar-benar mendukung tujuan tersebut.

Bahkan, beberapa makanan yang terlihat sehat bisa diam-diam merusak upaya menjaga kesehatan jangka panjang yang tengah Anda lakukan.

Jessie Anderson, seorang ahli gizi terdaftar menegaskan bahwa pola makan dan gaya hidup yang sehat sangat penting untuk menunjang penuaan yang berkualitas. Namun, memilih makanan sehat tak bisa hanya mengandalkan label atau iklan semata.

Anda perlu benar-benar tahu apa saja makanan sehat yang justru sama sekali tidak sehat. Berikut makanan yang sering disangka sehat, tapi justru bisa menghambat usia panjang jika dikonsumsi secara berlebihan, melansir CNN Indonesia:

Baca Juga :  Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru

1. Yogurt rasa

Meski mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan, yogurt dengan rasa biasanya mengandung banyak gula tambahan atau pemanis buatan.

“Konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan, penyakit jantung, ginjal, hati, bahkan penurunan fungsi kognitif,” jelas Anderson.

2. Selai kacang rendah lemak

Selai kacang rendah lemak tampaknya lebih sehat, tapi lemak sehatnya sering digantikan dengan gula tambahan atau sirup jagung fruktosa tinggi agar rasanya tetap enak.

Padahal, lemak tak jenuh dari kacang justru bermanfaat untuk jantung dan metabolisme. Makanya, pilih selai kacang alami dengan bahan minimal dan tanpa tambahan gula.

3. Energi bar atau protein

Cepat dan praktis, tapi energi bar seringkali tinggi lemak jenuh, sodium, dan pemanis buatan. Konsumsi lemak jenuh dan sodium berlebih meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Cari energi bar dengan bahan yang sederhana, tanpa tambahan gula dan pengawet.

Baca Juga :  Waspada! Ini Makanan Pemicu Fatty Liver yang Sering Dikonsumsi

4. Susu nabati rasa

Susu nabati seperti almond atau oat milk menjadi pilihan populer, tapi versi dengan perasa seperti vanila atau cokelat bisa mengandung gula tersembunyi. Lebih baik pilih susu nabati yang tanpa pemanis dan sudah difortifikasi dengan kalsium.

5. Sports Drinks

Kecuali Anda atlet profesional, minuman olahraga biasanya tidak dibutuhkan. Minuman ini tinggi gula dan hanya bermanfaat jika olahraga intens lebih dari satu jam.

Bahkan versi bebas gula pun termasuk makanan ultra-proses yang dikaitkan dengan kematian dini. Alternatifnya, coba air kelapa tanpa tambahan gula sebagai sumber elektrolit alami.

Berita Terkait

Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan, RS Bunut Gelar Temu Pelanggan dan Evaluasi Mitra FKTP
Kejar Target Imunisasi, Dinkes Kota Sukabumi Luncurkan Program Gempita
Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru
Kasus Gigitan Hewan Meningkat di Sukabumi, Dinkes Perluas Layanan Rabies Center
Fakta Mengejutkan! Pasien TBC Sukabumi Didominasi Orang Luar Kota
Transformasi Layanan Kesehatan, RSUD R Syamsudin SH Bidik Status RS Pendidikan
Jaga Kesehatan Mental Masyarakat, RSUD R Syamsudin SH Hadirkan Layanan Psikologi Klinis
Kenali Tumor Luring Sejak Dini, RSUD R Syamsudin SH Edukasi Masyarakat Sukabumi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:06 WIB

Kejar Target Imunisasi, Dinkes Kota Sukabumi Luncurkan Program Gempita

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:08 WIB

Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:55 WIB

Kasus Gigitan Hewan Meningkat di Sukabumi, Dinkes Perluas Layanan Rabies Center

Senin, 4 Mei 2026 - 19:06 WIB

Fakta Mengejutkan! Pasien TBC Sukabumi Didominasi Orang Luar Kota

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:30 WIB

Transformasi Layanan Kesehatan, RSUD R Syamsudin SH Bidik Status RS Pendidikan

Berita Terbaru