Gara-gara Sound Horeg, Pasien Gangguan Telinga di Lumajang Meningkat!

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA- Viralnya Sound Horeg di Media Sosial, ternyata di Beberapa Wilayah khususnya Lumajang mengalami peningkatan pasien dengan gangguan telinga dampak dari sound horeg tersebut.

RSUD Haryoto, Lumajang membeberkan adanya tren kenaikan pasien di poli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Pasien THT yang terutama mengeluhkan gangguan pada telinga usai maraknya perhelatan karnaval dengan sound horeg.

Peningkatan jumlah pasien yang mengeluhkan gangguan pada telinganya ini disampaikan oleh Dokter Spesialis THT di RSUD Dokter Haryoto Lumajang, Aliyah Hidayati.

Baca Juga :  Promo Kemerdekaan! Klinik Eksekutif RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Tarif Lebih Hemat

Dia menegaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir jumlah pasien THT terutama yang mengeluhkan gangguan telinga meningkat. Rata-rata di antara mereka mengalami gangguan pada telinga akibat dari suara keras sound horeg.

“Jumlah pasien gangguan telinga meningkat akibat suara keras dari sound horeg. Setelah kami telusuri setelah dari acara sound,” kata Aliyah mengutip CNN, Senin 11 Agustus.

Aliyah juga menyatakan bahwa pasien yang datang ke rumah sakit itu mengeluhkan gangguan pada telinganya setelah tetangganya menyewa sound horeg saat acara hajatan.

Baca Juga :  Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik

“Pasien THT juga dimungkinkan karena sebelumnya ada gangguan telinga kemudian ada tetangganya hajatan menyewa sound horeg sehingga memperparah kondisi gangguan telinga,” terang Aliyah.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi mengizinkan sound horeg lewat surat edaran (SE) dengan membatasi waktu, tempat dan kebisingan. Di sisi lain, MUI Jatim sudah mengeluarkan fatwa haram terkait sound horeg. 

Berita Terkait

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Dinkes Kota Sukabumi Ajak Orang Tua Manfaatkan Bulan Imunisasi Kejar
Dinkes Kota Sukabumi Evaluasi Program HIV AIDS, Perluas Cakupan Layanan
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Abu Vulkanik Anak Krakatau, Lurah Gunungpuyuh Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Tak Sekadar Perayaan, Boenoet Fest 2026 Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan dan Pengabdian
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dinkes Kota Sukabumi Ajak Orang Tua Manfaatkan Bulan Imunisasi Kejar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Dinkes Kota Sukabumi Evaluasi Program HIV AIDS, Perluas Cakupan Layanan

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Berita Terbaru