LITERASI MEDIA — Di tengah semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengisi hari bersejarah ini dengan cara yang menyentuh hati. Ia menyempatkan diri mengunjungi sosok guru yang pernah membimbingnya di bangku sekolah dasar, Ibu Esih Sukaesih.
Kunjungan yang berlangsung di kediaman sang guru di kawasan Kebonjati ini bukan sekadar silaturahmi biasa.
Lebih dari itu, Ayep Zaki memperlihatkan makna sejati dari pendidikan, yakni mengenang dan menghormati mereka yang pernah menanamkan nilai, karakter, dan semangat dalam diri seorang anak hingga ia tumbuh menjadi pemimpin.
“Saya diajar Bu Esih saat duduk di kelas 5 dan 6 di SDN Caringin 1. Beliau bukan hanya mengajar, tapi juga membentuk karakter kami dengan disiplin dan ketegasan. Mustahil saya bisa jadi wali kota tanpa bimbingan beliau,” tutur Ayep Zaki penuh haru usai upacara Hardiknas.
Ibu Esih Sukaesih, yang digambarkan Ayep Zaki sebagai pribadi yang pintar, cantik, dan berkarakter kuat, tak kuasa menahan haru. Ia tak menyangka mantan murid yang dulu ia didik kini menjabat sebagai kepala daerah dan tetap mengingat jasa gurunya.
Pertemuan ini menjadi refleksi mendalam tentang makna pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia. Ayep Zaki menegaskan, pendidikan bukan semata soal nilai akademis, tapi bagaimana seorang guru mampu meninggalkan jejak batin dan moral dalam kehidupan muridnya.
Di tengah gempuran zaman dan perubahan teknologi, kisah ini menjadi pengingat bahwa peran guru tetap tak tergantikan. Mereka adalah penjaga peradaban yang membentuk generasi demi generasi, dari ruang kelas sederhana hingga ke panggung kepemimpinan. (Kio).









