LITERASI MEDIA – Jumlah bencana hidrometeorologi di Kota Sukabumi dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Pusdalops PB BPBD, terdapat 131 kali bencana yang tersebar di 7 tujuh kecamatan. Angka tersebut dihimpun mulai dari Januari-Juni 2025.
Berdasarkan data yang diperoleh, bencana yang mendominasi yakni cuaca ekstrem dengan jumlah 54 kejadian, disusul banjir 51 kali, tanah longsor 14 kali, kebakaran permukiman 9 kali, dan terendah angin topan/beliung 3 kali.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, mengatakan dampak bencana hidrometeorologi ini menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai lebih kurang Rp 1,4 miliar dengan luas area 2.310 Ha, dan 146 KK terdampak, diantaranya 171 orang terdampak.
“Bencana yang terjadi mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 1.405.650.000,” ujar Novian, kepada literasimedia.com, saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan, Minggu (20/7).
Novian menjelaskan, pada Maret merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat dengan jumlah 39 kejadian bencana, kemudian disusul Mei 37 kali kejadian, April 23 kali kejadian, Januari 22 kali kejadian, Juni 7 kali kejadian, dan Februari 4 kali kejadian.
“Secara aggregate bencana alam seperti cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor itu paling mendominasi di Kota Sukabumi,” ungkapnya.
Khusus pada Juni, tercatat ada 7 kali kejadian. Adapun kebakaran permukiman menjadi bencana yang mendominasi yaitu 4 kali, disusul cuaca ekstrem 2 kali, dan terendah tanah longsor 1 kali. Selain itu juga terdapat 5 orang dan 5 unit bangunan terdampak, dengan taksiran nilai kerugian lebih kurang mencapai Rp 35 juta.
“Jadi pada Juni kami mencatat ada 7 kali kejadian. Bencana pada Juni ini juga mengakibatkan kerugian sebesar Rp 35.000.000 dengan 0,0108 Ha terdampak,” pungkasnya. (Boy)
Penulis : Nuria Ariawan









