Periode Januari-Maret, 65 Kali Bencana Alam Terjadi di Kota Sukabumi

- Penulis

Senin, 28 April 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD Kota Sukabumi melakukan asesmen bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Citamiang, pada beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa.

Petugas BPBD Kota Sukabumi melakukan asesmen bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Citamiang, pada beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa.

LITERASI MEDIA – Jumlah bencana hidrometeorologi di Kota Sukabumi dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Pusdalops PB BPBD, terdapat 65 kali bencana yang tersebar di 7 tujuh kecamatan. Angka tersebut dihimpun selama triwulan I, mulai Januari-Maret 2025.

Berdasarkan data yang diperoleh, bencana yang mendominasi yakni cuaca ekstrem dengan jumlah 27 kejadian, disusul banjir 26 kali, tanah longsor enam kali, dan terendah angin topan/beliung serta kebakaran permukiman tiga kali.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, mengatakan dampak bencana hidrometeorologi ini menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai lebih kurang Rp667 juta, dengan luas area 958 Ha, dan 116 KK terdampak, diantaranya 135 orang terdampak.

Baca Juga :  Di Tengah Arus Digital, Iman Adinugraha Ingatkan Generasi Muda dan Warga Pentingnya Menjaga Nilai Kebangsaan

“Bencana yang terjadi mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp667.850.000,” ujar Novian, kepada LITERASI MEDIA, pada Senin (28/4/2025).

Novian menjelaskan, pada Maret merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat dengan jumlah 39 kejadian bencana, kemudian disusul Januari 22 kali kejadian, dan Februari empat kali kejadian.

“Secara aggregate bencana alam seperti cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor itu paling mendominasi di Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna, DPRD Kota Sukabumi Tetapkan Perda Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh

Khusus pada Maret, tercatat ada 39 kali kejadian. Adapun banjir menjadi bencana yang mendominasi yaitu 26 kali, disusul cuaca ekstrem tujuh kali, dan terendah tanah longsor enam kali. Selain itu juga terdapat 116 orang dan 109 unit bangunan terdampak, dengan taksiran nilai kerugian lebih kurang Rp221 juta.

“Jadi pada Maret ini kami mencatat ada 39 kali kejadian. Bencana pada Maret ini juga mengakibatkan kerugian sebesar Rp221.500.000 dengan 0,0521 Ha terdampak,” pungkasnya. (Boy)

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru