LITERASI MEDIA – Seorang pria berinisial RZ (30) meninggal dunia setelah menjadi korban dugaan penganiayaan secara bersama-sama oleh lebih dari dua orang pelaku. Peristiwa tersebut terjadi di depan pool bus MGI, wilayah Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (2/5), sekitar pukul 17.30 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Sukaraja Polres Sukabumi Kota, AKP Hendra Gunawan, menyatakan bahwa kasus dugaan penganiayaan ini masih dalam tahap pendalaman.
“Kami baru menerima laporan, dan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta kronologi pasti kejadian,” ujar AKP Hendra, kepada awak media, di Mapolsek Sukaraja.
Ia menjelaskan, saat itu korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Rencananya, autopsi terhadap jenazah korban akan dilakukan pada Minggu guna memastikan penyebab kematian secara medis.
“Ya sempat dibawa ke RS Hermina yang jaraknya dekat tapi tidak tertolong, dan sekarang kita lagi menunggu karena besok akan dilaksanakan autopsi,” katanya.
Pihaknya kini berkoordinasi dengan jajaran Polres Sukabumi Kota, termasuk Kasatreskrim, dan akan menurunkan tim Jatanras untuk mempercepat pengungkapan kasus.
Sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian juga tengah diperiksa untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.
“Kita sedang melakukan koordinasi dengan Polres, dengan Kasatreskrim, dan akan menerjunkan tim Jatanras dari Polres bersama kita untuk mendalami apa motif dan kejadian yang sebenarnya yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban, di antaranya luka tusukan di bagian punggung serta luka akibat benturan benda tumpul di wajah.
Aparat juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pisau karter, sepeda motor yang digunakan korban untuk aktivitas sehari-hari.
“Sementara untuk barang bukti yang sudah berhasil kami amankan, yaitu karter, kemudian motor korban, dan kita juga lagi mencari barang bukti lainnya yang mungkin ada di sekitar TKP,” ungkapnya.
Terkait identitas para pelaku, polisi belum dapat memastikan apakah mereka merupakan calo, pengamen, atau pihak lain.
“Kami masih mendalami dan memeriksa saksi-saksi. Mudah-mudahan segera mengarah kepada para pelaku,” jelas petugas.
Selain itu, polisi juga menelusuri kemungkinan keterkaitan antara kejadian ini dengan insiden keributan yang terjadi di lokasi yang sama pada malam sebelumnya.
“Memang ada laporan keributan sebelumnya, namun kami masih mendalami apakah ada hubungan atau ini merupakan kejadian yang terpisah,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









