LITERASI MEDIA – Cikundul bukan sekadar pemandian air panas. Di balik uap hangat yang mengepul setiap hari, tersimpan potensi besar yang kini mulai ditata secara lebih terarah oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi.
Melalui penyusunan Masterplan Destinasi Wisata Pemandian Air Panas Cikundul, Bappeda mengambil peran strategis sebagai perancang arah pengembangan kawasan wisata tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memastikan pengembangan destinasi berjalan terukur, berkelanjutan, dan berdampak ekonomi.
Cikundul diproyeksikan tidak hanya sebagai wisata pemandian, tetapi berkembang menjadi kawasan wisata kesehatan, wisata keluarga, hingga ruang edukasi lingkungan. Potensi sumber air panas alami yang dimiliki dinilai dapat menjadi daya tarik unggulan Kota Sukabumi apabila ditopang dengan konsep penataan yang matang.
Dalam perencanaan tersebut, Bappeda menekankan sejumlah prinsip utama. Pengembangan kawasan harus berwawasan lingkungan agar kelestarian sumber air tetap terjaga. Selain itu, pendekatan inklusif menjadi perhatian, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari ekosistem wisata.
Masterplan juga diselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah agar tidak berjalan parsial. Artinya, pengembangan Cikundul tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan strategi pembangunan ekonomi Kota Sukabumi secara keseluruhan.
Perencanaan yang matang diyakini menjadi investasi jangka panjang. Penataan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi, memperluas peluang usaha masyarakat, serta menggerakkan sektor UMKM di sekitar kawasan.
Jika Cikundul ditata secara visioner, bukan hanya wajah kawasan yang berubah. Ekonomi lokal dapat tumbuh, lapangan usaha terbuka, dan lingkungan tetap terjaga.
Bagi Bappeda Kota Sukabumi, membangun pariwisata bukan sekadar membangun fisik. Lebih dari itu, merancang masa depan destinasi berarti merancang kualitas pembangunan kota itu sendiri.









