Soal CSR, DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Dampak Program

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Bayu Permana, menegaskan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) tidak boleh disalahartikan sebagai kewajiban finansial layaknya pajak atau retribusi.

Meski bersifat wajib secara regulasi, CSR pada dasarnya lahir dari tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasinya.

Bayu menekankan, tidak adanya patokan nominal dalam pelaksanaan CSR merupakan hal yang disengaja. Hal tersebut membedakan CSR dari kewajiban fiskal lain yang telah diatur secara rinci oleh negara.

“CSR itu wajib secara aturan, tapi bukan kewajiban dengan angka baku. Landasannya adalah tanggung jawab moral perusahaan. Karena itu penganggarannya bersifat sukarela, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing perusahaan,” ujar Bayu, Senin (12/1).

Baca Juga :  Respon Ketua DPRD Soal APBD Pemkab Sukabumi Tahun 2026 Berpotensi Turun 700 Miliar

Ia menjelaskan, Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023 tentang Tanggung Jawab Sosial serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (TJS-PKBL) secara tegas mewajibkan pelaksanaan CSR tanpa mencantumkan besaran anggaran. Menurutnya, negara telah menyelesaikan urusan kewajiban perusahaan melalui mekanisme pajak, perizinan, dan kewajiban administratif lainnya.

Namun, Bayu mengingatkan bahwa pemenuhan kewajiban kepada negara tidak serta-merta menyelesaikan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Di titik inilah CSR menjadi instrumen etis yang seharusnya memberi manfaat nyata bagi warga terdampak aktivitas usaha.

Di sisi lain, Bayu mengkritisi kecenderungan pemerintah daerah yang mulai memposisikan CSR sebagai penopang pembangunan akibat keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut, menurutnya, justru berpotensi mengaburkan esensi CSR itu sendiri.

Baca Juga :  Lindungi Generasi Muda, Ayep Zaki Ajak Orang Tua Sukseskan Pelaksanaan BIAS 2026

“Realitanya, pengelolaan CSR di Kabupaten Sukabumi masih lebih menekankan aspek administratif. Ukurannya sebatas laporan yang diunggah ke aplikasi CSR Jabar, bukan pada kualitas program dan dampak riilnya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pembagian peran antara Forum CSR dan Tim Fasilitasi. Bayu menilai, tanggung jawab untuk mendorong komitmen dan partisipasi perusahaan seharusnya berada pada Tim Fasilitasi sebagai unsur pemerintah daerah, bukan dibebankan sepenuhnya kepada Forum CSR yang beranggotakan perusahaan.

“Kalau fungsi ini tidak diluruskan, CSR akan terus dipersepsikan sekadar formalitas laporan, bukan sebagai instrumen pembangunan sosial yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru