Megathrust Dahsyat Bakal Hantam Selat Sunda, Ini Prediksi Waktu Tsunami

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Segmen Megathrust di Indonesia. 
Foto: Dok. BRIN.

Segmen Megathrust di Indonesia. Foto: Dok. BRIN.

LITERASI MEDIA – Belum lama ini, Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menggelar uji kesiapsiagaan nasional potensi megathrust dan tsunami di Indonesia. Dengan menggunakan skenario gempa dahsyat atau megathrust berkekuatan M9,0.

Pengujian ini dilakukan dengan menggelar kegiatan Admin Game Tanggap Darurat dalam Menghadapi Megathrust dan Tsunami yang diselenggarakan di Gedung Wisma Elang Laut (WEL), Jakarta Pusat, Kamis (28/8) lalu.

Menurut BMKG, Admin Game jadi momentum penting untuk menguji kecepatan dan ketepatan sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, sekaligus kesiapan lintas sektor dalam merespons ancaman bencana besar.

Selain itu, ditujukan untuk melatih kecepatan respons masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana, juga mengantisipasi potensi gangguan komunikasi, listrik, dan transportasi saat bencana terjadi. Sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya penyelamatan jiwa dan pengurangan risiko bencana.

Skenario Megathrust

Skenario yang digunakan dalam uji kesiapsiagaan ini adalah gempa bumi megathrust berkekuatan M9,0 yang terjadi di Selat Sunda pada kedalaman 10 km, dengan episenter di koordinat 6,94° LS – 104,70° BT. Guncangan kuat dengan intensitas VII-VIII MMI digambarkan terasa di wilayah DKI Jakarta selama sekitar 60 detik.

Baca Juga :  Pemkot Sukabumi dan Pemkab Boalamo Rajut Persahabatan dan Bangun Peradaban

“Selanjutnya, BMKG melalui sistem peringatan dini gempa bumi digambarkan memberikan informasi awal dengan hitung mundur 40-45 detik sebelum guncangan tiba di Jakarta,” jelas BMKG dalam keterangan di situs resmi, mengutip CNBC Indonesia, Selasa (4/11).

Selain itu, hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami.

“Dengan status AWAS, SIAGA, dan WASPADA di sejumlah pesisir Jawa, Sumatra, Bali, hingga Bangka Belitung,” tulis BMKG.

“Untuk wilayah pesisir Jakarta Utara, status SIAGA ditetapkan dengan estimasi kedatangan gelombang tsunami tercepat dalam waktu 3 jam 20 menit setelah gempa,” jelas BMKG.

Penelitian BRIN

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pun telah mengingatkan potensi ancaman megathrust yang mengintai warga di pesisir selatan Jawa, yang diperkirakan mencapai 30 juta orang tahun 2030 nanti.

BRIN membeberkan bukti ilmiah tentang keberadaan tsunami raksasa yang pernah melanda wilayah selatan Jawa ribuan tahun lalu. Temuan ini merupakan hasil riset paleotsunami yang dilakukan oleh tim Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG), menjadi peringatan penting akan potensi ancaman megatsunami yang masih membayangi kawasan padat penduduk tersebut.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Barat 17 Mei 2026, Hujan Ringan di Siang Hari

Untuk membuktikan bahwa lapisan tersebut merupakan endapan tsunami, dilakukan analisis lanjutan seperti uji mikrofauna, kandungan unsur kimia, hingga pentarikhan umur radiokarbon.

“Tantangannya adalah tak semua endapan tsunami purba bisa bertahan utuh dan terawetkan dengan baik, dan membedakan dengan sedimen akibat proses-proses lain seperti banjir atau badai pun memerlukan kehati-hatian,” kata Peneliti Ahli Madya PRKG BRIN Purna Sulastya Putra dalam keterangannya.

Temuan tersebut menunjukkan, tsunami raksasa di wilayah selatan Jawa bersifat berulang, dengan siklus sekitar 600-800 tahun.

“Ini artinya, bukan soal apakah tsunami besar akan terjadi, tapi kapan,” cetusnya.

“Pemerintah daerah sebaiknya mulai memanfaatkan data ini untuk menyusun rencana pembangunan yang berwawasan risiko, serta melakukan sosialisasi rutin ke masyarakat,” tegas Purna.

Di juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pemangku kepentingan di daerah masing-masing.

“Kalau terjadi gempa kuat di dekat pantai, jangan tunggu sirene atau pemberitahuan. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Alam sering memberi sinyal pertama, dan kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan,” katanya mengingatkan. (Pau)

Berita Terkait

Eks Wakil Kepala BGN ‘Bernyanyi’, Klaim Seret 26 Nama di Kasus Korupsi MBG
DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik
Korupsi Program MBG, Rompi Pink Jadi Akhir Jabatan Tiga Eks Petinggi BGN
Menkeu Purbaya Ultimatum Pengusaha Rokok Ilegal: Masuk Jalur Resmi atau Pabrik Ditutup
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat Siang Hari
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 17 Mei 2026, Hujan Ringan di Siang Hari
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini 16 Mei 2026, Waspada Hujan di Siang Hari!
Kasus Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun, Eks Mendikbudristek Dituntut 18 Tahun Penjara
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:47 WIB

Eks Wakil Kepala BGN ‘Bernyanyi’, Klaim Seret 26 Nama di Kasus Korupsi MBG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:28 WIB

DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:58 WIB

Korupsi Program MBG, Rompi Pink Jadi Akhir Jabatan Tiga Eks Petinggi BGN

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:00 WIB

Menkeu Purbaya Ultimatum Pengusaha Rokok Ilegal: Masuk Jalur Resmi atau Pabrik Ditutup

Senin, 25 Mei 2026 - 09:27 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat Siang Hari

Berita Terbaru