DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sejumlah pengendara memadati SPBU untuk mengisi BBM di stasiun pengisian bahan bakar. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi sejumlah pengendara memadati SPBU untuk mengisi BBM di stasiun pengisian bahan bakar. (Foto: Istimewa)

LITERASI MEDIA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pemberian stimulus atau insentif bagi masyarakat menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk mengurangi dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat penyesuaian harga.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan pembahasan mengenai skema stimulus masih dalam tahap perumusan. Menurutnya, pemerintah dan DPR sedang menghitung sektor atau kelompok masyarakat yang paling tepat untuk mendapatkan bantuan.

“Sudah didiskusikan, sedang lagi dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi sektor stimulus atau insentif,” ujar Misbakhun, dilansir dari berbagai sumber.

Ia menjelaskan, pengguna Pertamax memiliki karakteristik yang dinilai beririsan dengan konsumen Pertalite. Karena itu, pemerintah ingin memastikan bentuk dukungan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu berhimpitan dengan pengguna Pertalite. Kita ingin memastikan apa yang mereka butuhkan sebagai stimulus,” katanya.

Selain membahas potensi insentif, Misbakhun juga menyoroti dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi terhadap kondisi ekonomi nasional.

Baca Juga :  Cek Disini, Prakiraan Cuaca Jawa Barat 19 Agustus 2025!

Ia memperkirakan penyesuaian harga Pertamax tetap akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan inflasi, meskipun besarnya dampak masih dalam proses perhitungan.

“Kalau kenaikan BBM biasanya akan selalu diikuti dengan kenaikan inflasi. Berapa persennya, nol koma sekian itu kita belum tahu,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai tekanan inflasi dari kenaikan Pertamax tidak akan sebesar apabila penyesuaian harga terjadi pada BBM yang digunakan sektor industri. Menurutnya, BBM industri memiliki pengaruh lebih luas terhadap biaya produksi dan distribusi barang.

Misbakhun juga mengakui adanya potensi perpindahan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite sebagai respons alami masyarakat terhadap kenaikan harga.

Namun, ia menyebut pemerintah masih akan melakukan kajian lebih mendalam untuk menghitung besaran dampak pergeseran tersebut terhadap konsumsi BBM nasional.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Baca Juga :  Mei 2026, Kota Sukabumi Lampaui Capaian Provinsi dan Nasional dalam Pengendalian Inflasi

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator guna menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo tetap dibanderol Rp20.750 per liter, Pertamina Dex Rp24.800 per liter, dan Dexlite Rp23.000 per liter.

Adapun harga BBM bersubsidi masih dipertahankan, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Dari Istana Presiden untuk Sukabumi, Refleksi Diren Pandimas tentang Semangat Generasi Muda
Diren Pandimas Audiensi dengan Kementerian ESDM, Dorong Geotermal Cisolok-Cikakak Segera Dimulai
Diren Pandimas Tegaskan Pemuda Sukabumi Siap Kawal PSN Geotermal Cisolok-Cikakak
BPS Catat Inflasi Kota Sukabumi 2,47 Persen, Harga Pangan Masih Aman
Stabilkan Harga Pangan dan Tekan Inflasi, Pemkot Sukabumi Targetkan GPM di 35 Lokasi
Jadi Anggota Paskibraka Upacara Istana Dapat Honor dan Bonus? Ini Besarannya
Siap-siap! Pemerintah Bakal Kejar Potensi Pajak dari Pemilik Rumah yang Disewakan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Dari Istana Presiden untuk Sukabumi, Refleksi Diren Pandimas tentang Semangat Generasi Muda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Diren Pandimas Audiensi dengan Kementerian ESDM, Dorong Geotermal Cisolok-Cikakak Segera Dimulai

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Diren Pandimas Tegaskan Pemuda Sukabumi Siap Kawal PSN Geotermal Cisolok-Cikakak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:10 WIB

BPS Catat Inflasi Kota Sukabumi 2,47 Persen, Harga Pangan Masih Aman

Berita Terbaru