Bukti PAD Meningkat, Wali Kota Sukabumi Resmikan Jembatan Kopeng

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, beserta jajaran Forkopimda, saat meresmikan Jembatan Kopeng di Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, pada Kamis (6/11). Foto: Boy

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, beserta jajaran Forkopimda, saat meresmikan Jembatan Kopeng di Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, pada Kamis (6/11). Foto: Boy

LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) kini telah meresmikan Jembatan Kopeng, di Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, pada Kamis (6/11).

Acara peresmian Jembatan Kopeng ini langsung dipimpin Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, jajaran Forkopimda, serta masyarakat sekitar.

H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa pentingnya kemandirian daerah dalam membangun kotanya sendiri melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satu hasilnya yaitu dengan dibangunnya Jembatan Kopeng ini. Ia menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Kopeng ini sepenuhnya dibiayai dari anggaran daerah.

“Alhamdulillah, tahun ini pendapatan asli daerah kita meningkat. Karena itu, kita bisa mulai membangun daerah ini dengan lebih cepat. Jembatan Kopeng ini menjadi pembangunan pertama yang bersumber dari PAD, diikuti oleh pembangunan Gedung Dekranasda dan Gapura Pintu Masuk Kota Sukabumi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan di Kota Sukabumi dilakukan melalui tiga sumber utama, yaitu pajak daerah, pajak provinsi, dan pajak nasional (APBN).

Baca Juga :  Sejumlah Ojol Geruduk Gerai Mie Gacoan Kota Sukabumi, Ini Penyebabnya!

“Negara ini berdiri dan berkembang karena pajak serta pendapatan lainnya. Untuk tahun 2026, kita sudah merencanakan pembangunan Kantor Kecamatan Gunung Puyuh, perbaikan Gedung Aher agar lebih fungsional untuk masyarakat, serta pembangunan jembatan penghubung dari Cibeureum ke pusat perkantoran. Kita juga akan membuat Lapang Merdeka kedua di Cibeureum,” jelasnya.

Wali Kota menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Masyarakat harus tahu uang itu kemana dan digunakan untuk apa. Pembangunan harus dilakukan dengan hati-hati, tidak boleh dikorupsi. Saya akan mengontrol dan menegakkan hukum dengan tegas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa membangun kota harus dimulai dari kemampuan sendiri. “Kalau kita ingin rumah yang bagus, harus dibangun dengan uang kita sendiri. Begitu juga dengan kota ini, jika ingin maju, PAD-nya harus besar,” katanya.

Lebih lanjut, H. Ayep Zaki mengajak seluruh masyarakat Kota Sukabumi untuk taat membayar pajak dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

“Bayarlah pajak dan PBB-P2, karena uangnya kembali untuk kepentingan kita semua. Mari kita kompak dan solid untuk menjadikan Sukabumi sebagai kota paling top,” tandasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Sukabumi: Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum Perkuat Persatuan

Sementara itu, Kepala DPUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto, menambahkan bahwa proyek Jembatan Kopeng ini merupakan implementasi dari kebijakan reaksi cepat terhadap penanggulangan bencana.

“Ini bentuk respon cepat pemerintah. Yang penting anggarannya tersedia. Karena itu, BTT untuk 2026 akan kita tambah supaya kegiatan darurat bisa segera dilaksanakan,” jelasnya.

Sony menambahkan, pembangunan jembatan ini memerlukan biaya sebesar Rp1,9 miliar dengan spesifikasi panjang 12 meter dan lebar 7,2 meter, berkapasitas beban hingga 50 ton.

“Kalau bicara nilai, tinggal dicek saja, wajar atau tidak, karena konstruksi jembatan itu rumit, terutama pondasinya di bawah. Masa pemeliharaan pascapembangunan enam bulan,” cetusnya.

Selain meningkatkan konektivitas warga, proyek ini juga berdampak sosial. Sebanyak 30 warga yang terdampak akibat putusnya jembatan sebelumnya telah menerima santunan.

“Kami berharap jembatan ini jadi contoh proyek PAD yang berkualitas dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

400 Personel Gabungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Aliansi Gema di Sukabumi
Ayep Zaki: Semangat Sumpah Pemuda Harus Bermuara pada Pemerataan Kemakmuran
TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:12 WIB

400 Personel Gabungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Aliansi Gema di Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Ayep Zaki: Semangat Sumpah Pemuda Harus Bermuara pada Pemerataan Kemakmuran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Berita Terbaru