Gubernur Aceh Sebut Banjir Bandang dan Longsor Seperti Tsunami Kedua

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang Aceh. 
Foto: Istimewa

Banjir bandang Aceh. Foto: Istimewa

LITERASI MEDIA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau biasa disebut Mualem mengatakan bahwa bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah daerah di Aceh seperti tsunami kedua. Pasalnya, bencana tersebut memporak-porandakan pemukiman hingga menghilangkan sejumlah kampung.

Mualem mengatakan, ada sekitar 4 kampung yang hilang disapu banjir bandang hingga longsor, seperti kampung di daerah Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara, hingga kampung di kawasan Peusangan, Bireuen.

“Ada beberapa kampung hilang entah kemana, yaitu Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara, Peusangan di Bireuen, malam itu 4 kampung juga engak tau entah ke mana. Jadi Aceh sekarang seperti tsunami kedua,” kata Mualem, mengutip CNN Indonesia, pada Senin (1/12).

Baca Juga :  Partai Demokrat Hadir di Tengah Duka Korban Banjir dan Longsor Sukabumi

Untuk itu, Mualem menegaskan bahwa penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh harus dilakukan secara cepat, terukur, dan tanpa jeda.

Percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama untuk memastikan logistik segera menjangkau masyarakat, terutama di desa-desa yang terisolasi.

“Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” tegas Mualem.

Situasi terkini pasca banjir bandang dan longsor di Aceh, pada Senin (1/12) sejumlah bantuan logistik dan perlengkapan di pengungsian sudah mulai masuk ke daerah terisolir, seperti di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Siang Hari Berpotensi Hujan

Skala bantuan itu masih kecil karena akses menuju daerah terisolir saat ini hanya bisa menggunakan lewat udara dan jalan darat masih terputus.

Kendati demikian, pemerintah kini mengebut pembangunan jembatan bailey di Bireuen-Aceh Utara. Hal ini dilakukan agar mobilitas untuk penyaluran bantuan bisa menggunakan jalur darat.

“Konektivitas Bireuen-Aceh Utara sudah mendapatkan solusi. Pembangunan jembatan Bailey hari ini sudah mulai dikerjakan. Targetnya tiga hari selesai dan bisa dilalui,” kata Sekda Aceh, M. Nasir, pada Minggu (30/11).

Berdasarkan data sementara, banjir bandang dan longsor Aceh mengakibatkan 102 orang meninggal dunia dan 116 masih dinyatakan hilang per Minggu (30/11) pukul 20:23 WIB lalu. (Pau)

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat Siang Hari
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 17 Mei 2026, Hujan Ringan di Siang Hari
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini 16 Mei 2026, Waspada Hujan di Siang Hari!
Kasus Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun, Eks Mendikbudristek Dituntut 18 Tahun Penjara
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, 15 Mei 2026: Sukabumi Potensi Hujan Siang Hari
Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tetap Stabil, Soroti Permainan Harga di Lapangan
Kabar Duka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
Jika Bisa Bangun Jalan Pakai APBD Rp6 Triliun, Wagub Kalbar Bakal Cium Lutut KDM
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:29 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 17 Mei 2026, Hujan Ringan di Siang Hari

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:16 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini 16 Mei 2026, Waspada Hujan di Siang Hari!

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kasus Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun, Eks Mendikbudristek Dituntut 18 Tahun Penjara

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:58 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, 15 Mei 2026: Sukabumi Potensi Hujan Siang Hari

Selasa, 21 April 2026 - 13:31 WIB

Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tetap Stabil, Soroti Permainan Harga di Lapangan

Berita Terbaru