Kota Sukabumi Perkuat Transformasi Digital Melalui Tanda Tangan Elektronik Bersertifikat

- Penulis

Selasa, 29 April 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Penggunaan Tanda Tangan Elektronik yang digelar di Ruang Utama Balai Kota, pada Selasa (29/4/2025). Foto: Humas Pemkot Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Penggunaan Tanda Tangan Elektronik yang digelar di Ruang Utama Balai Kota, pada Selasa (29/4/2025). Foto: Humas Pemkot Sukabumi.

LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus memacu transformasi digital dalam sistem administrasi pemerintahan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penerapan tanda tangan elektronik (TTDel) tersertifikasi yang diakui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Penggunaan Tanda Tangan Elektronik yang digelar di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, pada Selasa (29/4/2025).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, menegaskan pentingnya membedakan TTDel tersertifikasi dengan yang tidak tersertifikasi.

“TTDel tersertifikasi memiliki dasar hukum yang kuat, aman secara teknologi, dan diakui oleh seluruh instansi pemerintahan. Sedangkan TTDel tidak tersertifikasi berisiko besar terhadap pemalsuan dan tidak sah secara hukum,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini 80 persen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Sukabumi telah mengadopsi TTDel. Namun targetnya, seluruh OPD termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan beserta wilayah binaannya harus mencapai 100 persen penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi sebelum akhir tahun ini.

Baca Juga :  Realisasi 86 Persen, Kecamatan Gunungpuyuh Bidik Peningkatan PBB-P2 hingga Akhir Tahun

Lebih lanjut, Diskominfo juga mendorong penguatan regulasi dengan membuat kebijakan wajib penggunaan TTDel serta memperluas fungsinya.

“TTDel seharusnya tidak hanya digunakan untuk surat menyurat, tetapi juga dokumen strategis seperti SPT PBB, SP2D, dan SPJ,” tambahnya.

Diskominfo juga berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan pendekatan empatik kepada aparatur yang masih ragu atau belum terbiasa dengan transformasi digital.

“Kami mengajak untuk berdiskusi terbuka, sekaligus memberikan bukti nyata manfaat penggunaan TTDel,” ujar Rahmat.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan tanda tangan elektronik bersertifikat merupakan bagian penting dalam menjamin integritas dokumen dan keamanan data.

“TTDel bersertifikat memiliki kekuatan hukum dan diakui dalam proses hukum nasional. Sebaliknya, penggunaan TTDel tidak bersertifikat rawan manipulasi dan tidak sah secara hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Main-Main, Wali Kota Sukabumi Siapkan Evaluasi Pejabat Berdasarkan Capaian PAD

Ayep Zaki juga mewajibkan penggunaan layanan TTDel resmi yang dikoordinasikan oleh Diskominfo. Setiap QR code pada dokumen pemerintahan harus mengarah kepada verifikasi TTDel bersertifikat.

“Langkah ini penting untuk memastikan keaslian, keabsahan, serta keterbukaan informasi publik secara aman,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya integrasi TTDel ke dalam seluruh sistem aplikasi internal pemerintahan. Saat ini, penggunaan TTDel baru sebatas surat menyurat. Ke depan, akan dilakukan standarisasi dan integrasi menyeluruh di setiap OPD.

“Meskipun masih ada sebagian yang belum nyaman dengan perubahan ini, saya tegaskan bahwa sebagai pemimpin birokrasi, kita wajib menjadi garda terdepan dalam beradaptasi,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk bersatu langkah menjadikan Kota Sukabumi sebagai pionir transformasi digital di Indonesia.

“Mari kita bangun kepercayaan masyarakat dan buktikan bahwa Sukabumi siap mengejar ketertinggalan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja,” pungkasnya. (***)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru