DPRD Kota Sukabumi Belum Setujui Pinjaman Rp240 Miliar, Masih Kaji Urgensi dan Dampak Fiskal

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda. (Foto: Boy)

Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda. (Foto: Boy)

LITERASI MEDIA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengajukan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI senilai hingga Rp240 miliar belum mendapat persetujuan DPRD Kota Sukabumi. Hingga Selasa (11/8), usulan tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan kajian oleh legislatif.

Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menegaskan bahwa DPRD baru menerima penjelasan lengkap mengenai skema pinjaman melalui ekspos Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Senin (10/8). Karena itu, informasi yang beredar di publik seolah-olah DPRD telah menyetujui pinjaman dinilai perlu diluruskan.

“Kami DPRD baru mendapatkan penjelasan utuh dari TAPD terkait usulan pinjaman daerah. Hasil ekspos itu belum masuk pada tahap persetujuan ataupun penolakan. Saat ini kami masih mengkajinya,” ujar Wawan.

Tiga Opsi Pinjaman

Dalam paparan TAPD, DPRD memperoleh gambaran tiga alternatif skema pinjaman yang dapat diajukan kepada PT SMI, yakni:

  • Rp240 miliar dengan tenor delapan tahun.
  • Rp150 miliar dengan tenor lima tahun.
  • Rp89 miliar dengan tenor tiga tahun.
Baca Juga :  Evaluasi Program MBG, Komunikasi dan Edukasi Anggaran Dinilai Perlu Diperkuat

Wawan menekankan bahwa ketiga opsi tersebut masih bersifat usulan dan belum menjadi keputusan final. Besaran pinjaman yang akan diajukan tetap memerlukan persetujuan DPRD sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Belum ada putusan berapa rupiah pinjaman yang diusulkan maupun disetujui. Pinjaman daerah harus mendapat persetujuan DPRD,” katanya.

Soroti Urgensi dan Kemampuan Membayar

Menurut Wawan, DPRD tidak hanya mempertimbangkan nominal pinjaman, tetapi juga urgensi kebutuhan pembiayaan, program yang akan didanai, manfaat bagi masyarakat, hingga kemampuan keuangan daerah dalam mengembalikan pinjaman.

Ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini mengalami tekanan akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak bisa menjadi alasan untuk mengambil utang tanpa perhitungan yang matang.

“Kita memahami krisis fiskal yang terjadi. Banyak daerah juga mengajukan pinjaman karena berkurangnya TKD. Namun semuanya tetap harus dihitung secara cermat,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Sukabumi Adopsi Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Taman Safari Bogor

DPRD juga meminta kejelasan mengenai sumber anggaran yang akan digunakan untuk membayar cicilan pinjaman apabila nantinya disetujui. Penjelasan awal mengenai hal tersebut telah disampaikan oleh Sekretaris Daerah dalam ekspos TAPD.

Belum Ada Keputusan

Wawan menegaskan DPRD tidak memiliki sikap menolak pinjaman secara prinsip. Namun, lembaga legislatif ingin memastikan bahwa skema pembiayaan tersebut benar-benar menjadi solusi yang rasional dan tidak membebani APBD pada tahun-tahun mendatang.

“Kami tidak anti pinjaman. Yang kami kaji adalah urgensinya, manfaatnya, besaran dananya, tenornya, serta kemampuan pemerintah daerah untuk membayarnya,” tegasnya.

Dengan demikian, hingga saat ini usulan pinjaman daerah Pemkot Sukabumi masih dalam proses kajian. Opsi pinjaman Rp240 miliar dengan tenor delapan tahun yang ramai diperbincangkan publik belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi karena belum memperoleh persetujuan DPRD Kota Sukabumi. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru